detikNews
2019/11/07 08:16:56 WIB

Ketukan Hakim Agung Senilai Rp 466 Miliar

Andi Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 3
Ketukan Hakim Agung Senilai Rp 466 Miliar Gedung Mahkamah Agung (MA) (ari/detikcom)
Jakarta - Hakim agung Sunarto, Maria Anna Samiyati dan Zahrul Rabain menolak permohonan peninjauan kembali (PK) pembakar hutan PT Waringin Agro Jaya (WAJ). Atas ketokan palu ketiganya, PT WAG dihukum membayar kerusakan hutan di Sumatera Selatan (Sumsel) akibat pembakaran hutan sebesar Rp 466 miliar. Siapa tiga hakim agung itu?

Berdasarkan catatan detikcom, Kamis (7/11/2019), Sunarto mengawali karier sebagai hakim agung di pelosok Papua pada awal tahun 80-an. Bersama istrinya yang juga sama-sama hakim, Sunarto menjaga keadilan di tapal batas Indonesia paling timur itu.

Setelah malang melintang di dunia pengadilan, Sunarto mulai menjadi pejabat struktural di Badan Pengawas MA. Tugasnya mengawasi hakim nakal.

Pria kelahiran Sumenep, 11 April 1959 itu kemudian diusulkan menjadi hakim agung tapi ditolak DPR pada 2011 dan 2012. Sunarto akhirnya disetujui jadi hakim agung pada seleksi 2015.
Ketukan Hakim Agung Senilai Rp 466 Miliar

Setelah menjadi hakim agung, Sunarto dipercaya menjadi Ketua Muda MA Bidang Pengawasan. Tak berapa lama, Sunarto memenangkan voting para hakim agung untuk menjadi Wakil Ketua MA bidang Nonyudisial hingga saat ini.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com