Ketukan Hakim Agung Senilai Rp 466 Miliar

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 07 Nov 2019 08:16 WIB
Gedung Mahkamah Agung (MA) (ari/detikcom)
Gedung Mahkamah Agung (MA) (ari/detikcom)

Adapun Maria Anna Samiyati, jejaknya serupa dengan Sunarto. Pernah ditolak DPR menjadi hakim agung, ia kemudian sama-sama dipilih DPR jadi hakim agung pada 2015 dalam seleksi ketiga kalinya.

Saat fit and proper test di DPR, ia menulis makalah 'Tindakan Melawan Hukum yang Dilakukan oleh Aparatur Negara'. Maria mengatakan ada beberapa cara yang bisa menjerat aparatur negara dengan cara class action dan citizen lawsuit.
Ketukan Hakim Agung Senilai Rp 466 Miliar

Maria mengakui selama menjadi hakim di pengadilan tinggi pernah 'digoda' beberapa orang berperkara. Namun, sebagai penegak hukum ia memastikan tidak akan tergoda, bahkan jika menjadi hakim agung sekali pun.

Di kasus PKS Vs Fahri Hamzah, Maria Anna Samiyati duduk jadi majelis kasasi dengan hasil memenangkan Fahri Hamzah.


Selanjutnya
Halaman
1 2 3