detikNews
Rabu 06 November 2019, 20:44 WIB

Alasan DKI Anggarkan Rp 1,2 Triliun untuk Trotoar: Demi Pejalan Kaki

Arief Ikhsanudin - detikNews
Alasan DKI Anggarkan Rp 1,2 Triliun untuk Trotoar: Demi Pejalan Kaki ilustrasi (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Bina Marga DKI Jakarta akan mempertahankan rencana anggaran Rp 1,2 triliun untuk revitalisasi trotoar. Komisi D DPRD DKI sebelumnya menilai janggal anggaran tersebut.

"Kami kan sudah buat kajian, roadmap-nya. Kami kasih di mana, panjang berapa, lebarnya berapa, terus isinya apa saja," ujar Kepala Dinas Bina Marga DKI Hari Nugroho saat dihubungi, Rabu (6/11/2019).

Menurut Hari, revitalisasi dan pembangunan trotoar merupakan konsep utama pembangunan jalanan Jakarta. Kepentingan pejalan kaki menjadi prioritas Pemprov DKI.





"Kan sudah jelas bahwasanya konsep ke depan itu memang untuk membuat nyaman dan aman pejalan kaki dalam menuju transportasi antarmoda, baik itu yang mau ke MRT, BRT, maupun ke lainnya. Artinya, ke depan itu dinomorsatukan pejalan kaki, baru pesepeda, angkutan umum, keempatnya baru angkutan pribadi. Begitu. Mindset diubah," papar Hari.

Hari mengatakan, pada tahun ini, Dinas Bina Marga melakukan revitalisasi sekitar 67 km. Sedangkan pada 2020, mereka akan melakukan revitalisasi sekitar 100 km.

"Sudah ada ruas jalannya. (Rencananya) di MT Haryono, Gatot Subroto, Rasuna Said, Jalan Kartini, banyak, ada 25-35 kajian," kata Hari.

Hari akan menjelaskan konsep revitalisasi trotoar kepada Komisi D. Dia menegaskan rencana anggaran Rp 1,2 triliun sudah sesuai dengan kebutuhan.

"Kajian lengkap akan kami sampaikan. Jadi kami tidak serta merta ngawur, roadmap ada, kajiannya ada baru kami sampaikan," kata Hari.

Komisi D DPRD DKI Jakarta akan meminta kejelasan rencana anggaran revitalisasi trotoar Rp 1,2 triliun di Jakarta. Menurutnya, ada kejanggalan dalam penganggaran itu.

"Di Bina Narga ada trotoar anggaran Rp 1,2 sekian triliun, kita minta pemaparan secara jelas.... Penjelasan menurut kami ini belum pas. Kami minta Senin (11/11) (menjelaskan)," ucap Ketua Komisi D Ida Mahmudah kepada wartawan di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Menurut Ida, Dinas Bina Marga pernah menjelaskan soal anggaran tersebut. Namun, nilai anggaran belum disepakati.

"Kemarin masih berbicara, kenapa sih ini terlalu tinggi? Ini (membuat) macet, warga bicara semenjak ada warga trotoar dibangun, kita macet luar biasa. Itu yang masih pembahasan. Makanya kita tunda," kata Ida.
(aik/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com