Cerita Menag Pecat Pembantu Pro-Khilafah Lalu Dibilang 'Salah Jalan'

Cerita Menag Pecat Pembantu Pro-Khilafah Lalu Dibilang 'Salah Jalan'

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Rabu, 06 Nov 2019 19:01 WIB
Menag Fachrul Razi (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Menag Fachrul Razi (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menceritakan pengalamannya mempunyai asisten rumah tangga (pembantu) yang pro-khilafah. Menurut Fachrul, pembantu yang kini dipecatnya itu awalnya tidak tahu apa-apa soal khilafah.

"Saya punya pembantu di rumah, ikut saya sudah lama sekali, ada 20 tahunan. Mengaji belum bisa, kami ajar sedikit-sedikit. sembahyang belum bisa, kami ajar sedikit-sedikit. Kami berangkatkan umrah, tidak lama kemudian sudah ngomong khilafah," kata Menag Fachrul Razi di Hotel Aryaduta Lippo Village Boulevard, Jalan Boulevard Jend. Sudirman, Bencongan, Kelapa Dua, Tangerang, Rabu (6/11/2019).

"Kita ajarkan, kita jelaskan, susah. Karena mungkin dia sudah terlalu banyak dekat dengan beberapa orang di musalanya yang turut menjejali," imbuh dia.


Fachrul mengatakan pembantunya itu berkata bahwa Indonesia harus menerapkan sistem khilafah. Bahkan, menurut Fachrul, pembantunya ingin negara ini tak dihuni selain muslim.

"Malah bilang ke saya begini, 'Pak, pokoknya Islam di Indonesia yang betul khilafah, Pak. Supaya nonmuslim mau keluar dari Indonesia.' Bahaya sekali orang ini. Padahal dididik belum lama. Akhirnya saya keluarkan daripada membahayakan di tempat kami," sambungnya.

Fachrul kemudian menceritakan momen saat pembantunya tersebut ditanya tetangga mengapa keluar dari pekerjaan di rumahnya. Dia menyebut pembantunya mengatakan dirinya telah 'salah jalan'.

"Pada saat ditanya tetangganya, 'Kenapa kamu keluar dari rumah Jenderal?', 'Habis Pak Jenderal sudah salah jalan,'" ucap Fachrul.


Fachrul juga bercerita ketika dia mengajari anak-anak soal agama Islam. Dia mengatakan, jika seseorang mendalami agama Islam lalu memusuhi orang lain, menurutnya, berarti ada yang salah dalam penafsiran orang tersebut.

"Dulu saya ajarkan anak-anak kecil-kecil, Islam itu adalah rahmat bagi alam semesta. Pokoknya kalau dia ada ajaran yang berbau membawa bencana memusuhi orang pasti, bukan agama Islam. Pasti ada yang salah di dalam menafsirkan Islam. Meskipun tentu saja perlu diwaspadai kadang-kadang pihak-pihak tertentu sangat mudah membawa dalil-dalil buat mereka-mereka yang masih sangat kosong tiba-tiba berubah jadi radikal," katanya.


Simak juga video "Ceramah Perdana Menag Fachrul di Istiqlal, Singgung Para Koruptor" :

[Gambas:Video 20detik]

(jef/gbr)