detikNews
2019/11/06 13:33:41 WIB

PN Jaksel Belum Eksekusi Hukuman Perusahaan Pembakar Hutan Rp 466 Miliar

Andi Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 2
PN Jaksel Belum Eksekusi Hukuman Perusahaan Pembakar Hutan Rp 466 Miliar Gedung PN Jaksel (Ari/detikcom)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan peninjauan kembali (PK) perusahaan sawit PT Waringin Agro Jaya (PT WAJ) dan harus membayar kerugian dan biaya pemulihan lahan terbakar Rp 466,4 miliar. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sudah meminta agar putusan itu dieksekusi, tetapi belum dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

"Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 28 Mei 2019 sudah mengajukan permohonan eksekusi dan 4 Juli 2019 mengajukan surat permohonan inkrah melalui PN Jakarta Selatan. Tanggal 8 Juli 2019, KLHK menerima sudah pernyataan Inkracht van Gewijsde," kata Dirjen Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani, kepada detikcom, Rabu (6/11/2019).


KLHK kemudian mengajukan permohonan pelaksanaan eksekusi yang dilanjutkan dengan pembayaran surat kuasa untuk membayar biaya pemanggilan teguran (aanmaning).

"Hingga putusan PK dikeluarkan MA, KLHK belum menerima relaas (salinan putusan) pemanggilan teguran dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Saat ini kami sedang mengumpulkan informasi mengenai aset PT WAJ sebagai data pendukung untuk diserahkan kepada Ketua Pengadilan Negeri agar bisa dilaksanakan sita eksekusinya," kata Rasio.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com