Komisi VIII Akan Cecar Menag di Rapat soal Isu Cadar yang Sengaja Digaungkan

Komisi VIII Akan Cecar Menag di Rapat soal Isu Cadar yang Sengaja Digaungkan

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Rabu, 06 Nov 2019 06:09 WIB
Foto: Marwan Dasopang (Azizah-detikcom)
Foto: Marwan Dasopang (Azizah-detikcom)
Jakarta - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengakui sengaja melempar isu larangan cadar dan celana cingkrang untuk menjadi gaung bagi masyarakat sebelum peraturan dikeluarkan. Komisi VIII menilai masyarakat tak perlu gaung dan tidak akan kaget karena sudah ada aturan berseragam bagi ASN.

"Agak rumit ya kalau itu. Karena urusan pakaian ASN kan ada di Kemendagri, ada di Kemen PAN-RB, memang sudah ada. Yang diperlukan itu adalah ketegasan menegakkan peraturan. Jadi tidak ada yang kaget sebelumnya kalau itu, karena memang sudah ada peraturannya," kata Wakil Ketua Komisi VIII Marwan Dasopang kepada wartawan, Rabu (6/11/2019).


Menurut Marwan, Fachrul tidak perlu membuat pernyataan yang menurutnya bisa membuat kegaduhan. Politikus PKB itu meminta Fachrul melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai Menag, yaitu menjadikan agama sebagai landasan moral masyarakat.

"Tapi bagi saya begini, Menteri Agama berkonsentrasi saja pada tupoksinya. Secara umum menjadikan agama sebagai moral kita, jadi moral politik, bermasyarakat, berekonomi, moral menjadi aparatur. Jadi agama itu menjadi landasan kita untuk berlaku, bertindak. Kalau itu yang dikerjakan oleh Kemenag maka character building kita itu landasannya moral agama," ujar Marwan.


Komisi VIII telah menjadwalkan rapat bersama Menteri Agama pada Kamis (7/11) mendatang. Marwan yakin, anggota Komisi VIII akan mencecar Fachrul soal pernyataannya yang kontroversial, termasuk polemik cadar dan celana cingkrang.

"Tapi saya menangkap maksud Menteri ini beban tugas yang disampaikan ke dia itu memang agak berat. Jadi dia mencoba dari berbagai pendekatan. Pasti dicecar oleh teman-teman, pendekatannya saya yakin oleh teman-teman itu dianggap salah. Tapi kita lihat saja hari Kamis, tentu pimpinan hanya membuka ruang dan kesempatan bagi para anggota untuk menyampaikan pandangan, bahkan kritikan, bahkan penolakan," ucap Marwan.



Dikritik DPR soal Wacana Larang Cadar, Kemenag: Kami Masih Evaluasi:


Selanjutnya
Halaman
1 2