Walkot Semarang Jamin Penertiban Pasar Peterongan Tanpa Paksaan

Walkot Semarang Jamin Penertiban Pasar Peterongan Tanpa Paksaan

Adinda Purnama Rachmani - detikNews
Senin, 04 Nov 2019 19:19 WIB
Foto: Pemkot Semarang
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan tak akan melakukan penertiban paksa sampai menggunakan alat berat dalam penataan wilayah sekitar Pasar Peterongan, Kota Semarang. Dirinya lebih memilih untuk memberi keleluasaan kepada 601 pedagang yang saat ini memenuhi area luar Pasar Peterongan, untuk secara mandiri membongkar lapaknya masing-masing.

"Mau dipilih lagi atau tidak sebagai kepala daerah nantinya buat saya masalah belakangan, yang pasti niat saya ikhlas membangun kota ini menjadi bagus dan tidak ada masyarakat yang kesusahan. Kondisi wilayah sekitar Pasar Peterongan dengan banyak pedagang di jalan saat ini banyak dikeluhkan, namun saya juga tidak ingin mempersulit pedagang yang harus ditertibkan," ujar Hendi, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis, Senin (4/11/2019).

"Untuk itu hari ini saya berterima kasih kepada bapak ibu pedagang yang telah berkomitmen dalam waktu 2 minggu membongkar lapaknya sendiri. Saya jamin tidak akan ada backhoe atau alat berat lainnya ke Peterongan untuk penertiban," imbuh Hendi.


Hal itu disampaikannya saat mengundang perwakilan pedagang Pasar Peterongan ke kantornya. Hendi secara khusus berdiskusi langsung dengan para pedagang untuk menghindari gesekan dalam penertiban pedagang yang berjualan di luar Pasar Peterongan.

Dalam pertemuan tersebut, Hendi juga menyampaikan jika tak ingin penataan wilayah sekitar Pasar Peterongan semakin berlarut-larut, maka harus ada komitmen para pedagang untuk segera tertib berjualan dengan menempati area dalam pasar yang kosong.

Hendi kemudian mempersilakan para pedagang untuk menentukan sendiri tenggat waktu yang dirasa cukup untuk membereskan lapaknya yang ada di luar pasar. Ditentukanlah kemudian batas waktu selama dua minggu untuk para pedagang bisa masuk berjualan ke dalam pasar.

Sikap Hendi yang membuka aspirasi dalam melakukan penertiban pedagang pun mendapatkan tanggapan positif dari perwakilan pedagang. Salah satunya Budi yang sehari-hari berjualan di area luar Pasar Peterongan.

"Dengan adanya pembicaraan ini, pada intinya pedagang setuju untuk membongkar sendiri lapaknya dan relokasi ke dalam pasar," tandasnya.

Di sisi lain, Kus salah satu pedagang lain yang hadir dalam pertemuan tersebut justru meminta agar Pemerintah Kota Semarang serius melakukan penertiban secara menyeluruh.

"Saya terima bila harus ditertibkan, tapi penertiban harus menyeluruh, semua dipindah, termasuk pedagang pasar pagi juga dipindah," pintanya.


Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta menuturkan akan memindahkan pedagang pasar pagi di Peterongan ke Pasar Banyumanik.

"Rencana kami untuk pedagang pasar pagi dari Bandungan yang biasanya berjualan sampai jam 06.00 akan dialihkan ke Pasar Banyumanik," ujar Fravarta.


Simak juga video "Relokasi Pedagang Pasar di Semarang Diwarnai Kericuhan" :

[Gambas:Video 20detik]

(akn/prf)