Falcon Pictures Dipolisikan Terkait Hak Cipta Foto 'Warkop DKI'

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Senin, 04 Nov 2019 14:02 WIB
Foto Warkop DKI yang disoal oleh pemilik hak cipta. (Samsuduha Wildansyah/detikcom)
Foto 'Warkop DKI' yang disoal oleh pemilik hak cipta. (Samsuduha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Rumah produksi Falcon Pictures dilaporkan polisi karena menggunakan foto 'Warkop DKI' yang diklaim milik seorang jurnalis, Amazon Dalimunthe. Falcon dilaporkan atas tuduhan pelanggaran hak cipta karena menggunakan foto tersebut tanpa izin pemilik dan menggunakannya di film 'Warkop DKI Reborn' untuk tujuan komersial.

"Foto (yang diambil oleh) Amazon itu diambil tahun 1962 waktu mengenang almarhum Hanum Sitomorang di Jakarta. Foto diambil oleh Amazon dan itu merupakan karya dia dan Amazon menyatakan bukan untuk dikomersialkan, akan tetapi hanya untuk kenangan pribadi," kata pengacara pelapor Pitra Romadoni kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Foto yang dimaksud adalah foto tiga aktor 'Warkop DKI', Dono, Kasino, dan Indro, di sebuah ruangan dengan setelan jas berwarna merah.

Laporan polisi itu tertuang pada LP/6715/X/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus dengan pelapor bernama Rahmad Lubis dan terlapor Falcon Pictures. Falcon diduga menggunakan foto tanpa seizin pemilik foto dan ditayangkan di film bioskop Warkop DKI Reborn.

Pitra mengatakan kliennya awalnya memberikan foto itu pada 1992 ke Falcon, namun bukan untuk dikomersialkan. Pada 18 Oktober 2019, kliennya melihat film 'Wakop DKI Reborn' di bioskop yang diketahui foto itu diselipkan di dalam film itu.




"Dikatakan komersial kan orang nonton bioskop bayar, seharusnya klien kami dapat royalti. Sebelum ada laporan polisi, saya sudah suruh klien mediasi dulu ke pihak terlapor, tetapi klien kami dapat perlakuan nggak menyenangkan dengan mengatakan 'tanpa foto ini juga nggak berarti," ungkap Pitra.

Atas dasar itulah pelapor merasa dirugikan dan akhirnya membuat laporan polisi. Pada hari ini, Pitra menyebut kliennya dipanggil untuk pertama kali oleh polisi untuk diperiksa sebagai pelapor dalam kasus itu. Pelapor dicecar 23 pertanyaan terkait foto itu.

"Sebagaimana sudah dijelaskan Pitra, kita sudah diperiksa oleh penyidik, ada 23 pertanyaan yang ditanyakan penyidik berkaitan dengan pelanggaran hak cipta dalam hal ini terlapor Falcon Pictures," kata pelapor, Rahmat Lubis. Rahmat adalah salah satu staf Pitra yang diberi kuasa untuk melapor.

Rahmat melaporkan Falcon Pictures dengan Pasal tentang tindak pidana pelanggaran hak cipta. Pasal yang dilaporkan ialah Pasal 112, Pasal 115 UU RI Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta juncto Pasal 55 KUHP.

Hingga berita ini dimuat, detikcom masih terus berusaha menghubungi pihak Falcon Pictures. Falcon Pictures belum merespons saat dimintai konfirmasi.
(sam/mea)