detikNews
Senin 04 November 2019, 11:09 WIB

Wapres Ma'ruf Amin Buka Simposium Internasional MK di Bali

Aditya Mardiastuti - detikNews
Wapres Maruf Amin Buka Simposium Internasional MK di Bali Wapres Ma'ruf Amin (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Badung - Wakil Presiden Ma'ruf Amin membuka simposium internasional ke-3 Mahkamah Konstitusi (MK) di Nusa Dua, Bali. Ma'ruf Amin menyinggung penguatan lembaga konstitusi di Indonesia.

"Ini merupakan kali ketiga Mahkamah Konstitusi Indonesia menerima dan mendapat kepercayaan komunitas internasional untuk menyelenggarakan acara yang sangat penting ini," kata Ma'ruf saat membuka The 3rd Indonesian Constitutional Court International Symposium (ICCIS) di The Apurva Kempinski Bali, Nusa Dua, Bali, Senin (4/11/2019).

"Acara ini mempunyai nilai sangat penting karena bukan hanya bertujuan melakukan penguatan peran MK yang selama ini kita kenal pengawal konstitusi, melainkan juga karena acara ini memberikan perhatian khusus terhadap peran Mahkamah Konstitusi dan memberikan memenuhi, melindungi, dan memajukan hak sosial ekonomi rakyat dan warga di masing-masing negara," dia menambahkan.


Ma'ruf Amin menyebut negara bertanggung jawab untuk memenuhi hak ekonomi, sosial, maupun budaya warganya. Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga penguji undang-undang memiliki kewajiban menimbang efek dari produk hukum yang dihasilkan pemerintah.

"Merupakan tanggung jawab negara untuk memajukan hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya tidak hanya dalam penutup obligation of result tetapi juga sekaligus dalam bentuk obligation of conduct. Artinya ketika negara mengancam suatu kebijakan, maka seharusnya juga menimbang aspek konstitusi dan aspek hasilnya," papar Ma'ruf.

"Apakah dengan adanya kebijakan tersebut akan dapat optimal memberikan perlindungan kepada negara saya yakin saya meyakini konstitusi semua negara memerintahkan adanya perlindungan hak ekonomi, maupun sosial warga negara, di sinilah peran MK dapat diperkuat dan dipertegas," tuturnya.


Ma'ruf menyebutkan saat ini tantangan yang dihadapi adalah arus informasi yang mudah didapat, hingga perubahan dunia yang makin cepat. Sehingga diharapkan hukum bisa lebih sigap merespons semua kebutuhan masyarakat.

"Tantangan ke depan terbentang luar biasa hebat hukum dituntut untuk lebih siap dan sigap. Hukum harus ditegakkan dengan tegak. Untuk itu ide dan gagasan besar dengan perkembangan yang cepat sungguh dibutuhkan bukan untuk apa-apa tapi semuanya dilakukan hanya untuk menegakkan kembali tugas paling utama institusi negara, yakni melayani, melindungi rakyat," tuturnya.

Kegiatan ICCS ini tahun ini mengambil tema 'Constitutional Court and the Protection of Social and Economic Rights'. Kegiatan ini dihadiri perwakilan delegasi negara anggota The Association of Asian of Asian Constitutional Court (AACC) seperti Afganistan, Azerbaijan, Kazakstan, Korea Selatan, Kirghistan, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Rusia, Thailand, Turki, dan Usbekistan.

Selain itu, kegiatan ini juga akan diikuti oleh para peneliti dari berbagai negara, di antaranya Albania, Andorra, Angola, Bolivia, Timor Leste, dan lainnya.




Tonton juga video Jokowi Targetkan 5 Bali Baru Rampung Akhir 2020:

[Gambas:Video 20detik]




(ams/gbr)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com