Heboh Anggaran Aneh DKI, Anies: Jika Salah Dikoreksi, Bukan Diramaikan

Heboh Anggaran Aneh DKI, Anies: Jika Salah Dikoreksi, Bukan Diramaikan

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Minggu, 03 Nov 2019 15:46 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Beberapa hari terakhir rencana anggaran DKI tahun 2020 menjadi sorotan publik karena ada beberapa anggaran yang dianggap salah atau aneh. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat tidak meramaikan anggaran aneh itu.

Awalnya, Anies membenarkan bahwa sistem anggaran Pemprov DKI itu sering mengalami masalah. Anies menjelaskan masalah itu berupa kesalahan input staf.

"Di dalam sebuah organisasi selalu ada yang rajin, kurang rajin, ada yang tidak rajin. Ada yang jujur, ada yang kurang jujur, ada yang tidak jujur. Sistem yang dibuat itu harus berfungsi menaklukkan semua, sehingga harus rajin, harus jujur," katanya.


Oleh karena itu, Anies mengatakan perlu adanya perubahan sistem anggaran digital Pemprov DKI untuk meminimalisasi masalah di anggaran. Ia menyebut kesalahan anggaran ini sudah sering terjadi sejak tahun sebelumnya.

"Dan kita mengetahui ini sejak tahun lalu," katanya.


Ia pun meminta peran aktif masyarakat dalam mengawasi anggaran DKI. Anies mengimbau masyarakat agar membantu mengoreksi kerja Pemprov DKI dengan cara mengoreksi bukan meramaikan masalah itu.

"Tapi, ya, itu tadi, kami ini di pemerintah, kalau ada masalah ya dikoreksi, perbaiki. Bukan diramaikan, insyaallah akan segera beres," pungkasnya. (zap/tor)