Viral! Polisi Pukul Sopir Ambulans yang Bawa Pasien Gegara Sirene

Viral! Polisi Pukul Sopir Ambulans yang Bawa Pasien Gegara Sirene

Ahmad Arfah Fansuri - detikNews
Sabtu, 02 Nov 2019 17:29 WIB
Oknum polisi memukul sopir ambulans yang membawa pasien. (Foto: Screenshot video)
Oknum polisi memukul sopir ambulans yang membawa pasien. (Foto: Screenshot video)
Jakarta - Video cekcok antara seorang oknum polisi dan sopir ambulans yang sedang membawa pasien viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan KF Tandean, Tebing Tinggi, Sumatera Utara (Sumut).

Dalam video yang viral, terlihat oknum polisi tersebut hendak mencabut kunci kendaraan. Namun digagalkan oleh sang sopir dengan mendorong polisi tersebut.

"Kami bawa pasien ini!" ujar sang sopir dan rekannya.


Oknum polisi ini kemudian malah emosional dan membalas dengan memukul sang sopir. Tak terima, sang sopir pun turun dari kendaraan. Dia menghampiri dan mendorong si oknum polisi. Dia dan rekannya lagi-lagi menegaskan bahwa mereka sedang membawa pasien di dalam ambulans tersebut.

Viral! Sopir Ambulans Bawa Pasien Dipukul Polisi Gegara SireneFoto: Screenshot video

Informasi yang beredar, keributan tersebut terjadi pada Sabtu (2/11/2019) siang di wilayah Simpang Empat, Tebing Tinggi. Ambulans yang diberhentikan polisi itu seharusnya mengantarkan pasien dari RS Sri Pamela ke RSUD Kumpulan Pane, Tebing Tinggi.

Kapolres Tebing Tinggi AKBP Sunadi membenarkan kejadian itu. Menurutnya, kejadian berawal saat sang sopir ambulans menghidupkan sirene di jalan yang sedang macet, lalu terjadi kesalahpahaman. Namun dia tidak menjelaskan detail seperti apa kesalahpahaman yang dimaksud.


"Tadi di Jalan KF Tendean sedang macet. Sopir ambulans menghidupkan sirene dan di situlah terjadi kesalahpahaman dengan petugas kami," kata Sunadi.

Sunadi menyebut kedua belah pihak sudah dimintai klarifikasi terkait peristiwa tersebut. Polisi ingin kesalahpahaman tersebut diselesaikan dengan musyawarah.

"Kedua belah pihak sudah dipertemukan. Kami ingin menyelesaikannya dengan cara musyawarah," jelasnya. (zak/hri)