BNPT-BPIP Teken MoU Pembinaan Pancasila untuk Cegah Terorisme

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 01 Nov 2019 16:51 WIB
Foto: Penandatanganan MoU BNPT-BPIP (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meneken nota kesepahaman atau MoU dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Kerja sama ini berupa pembinaan Pancasila untuk mencegah terorisme.

Acara penandatanganan ini digelar di kantor BNPT, Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2019). Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius dan Plt Kepala BPIP Hariyono langsung melakukan penandatanganan dokumen MoU.



"Penandatanganan MoU antaran BNPT dan BPIP yang tentunya sangat penting untuk kehidupan bernegara. Sebenarnya ini sekadar formalitas karena kerjaan kami sudah sangat luar biasa selama ini," kata Suhardi saat memberi sambutan.

Suhardi mengatakan generasi setelah reformasi tidak lagi mendapat pelajaran terkait ideologi Pancasila. Menurutnya kerja sama antara BNPT dan BPIP penting untuk memberikan pencegahan terorisme, intoleransi maupun radikalisme.

"Ini ditinggalkan generasi kita, bahkan termasuk setelah reformasi tidak ada lagi pelajaran-pelajaran. Sebab itu sangat berkepentingan dua lembaga ini sangat signifikan kita akan berkolaborasi sekali masalah-masalah tugas kita, masalah intoleransi, terorisme menjadi hal yang sangat mengemuka sekarang ini yang harus kita pecahkan bersama," ucap Suhardi.

Suhardi menjelaskan bentuk kerja sama itu yakni penyiapan bahan ajar dan metode pembinaan ideologi Pancasila, program konseling kepada pelaku hingga koordinasi dalam identifikasi potensi radikalisme yang berkembang di masyarakat dan lingkungan aparatur negara. Dia berharap komitmen ini bisa menjaga keutuhan NKRI.

"Kita komitmen bersama jaga keutuhan NKRI melalui beberapa hal penting, di mana BPIP ini satu lembaga yang dibentuk pemerintah untuk beri pemahaman masalah ideologi Pancasila," ujarnya.



Plt Kepala BPIP Hariyono mengatakan dirinya sependapat kerja sama BNPT dan BPIP bisa menangkal ancaman radikalisme dan terorisme. Dia menyebut kegiatan pembinaan ini bisa mencegah terorisme sedini mungkin.

"Kami bukan hanya memasok materi ke BNPT tapi kami kuga minta pasokan materi dari BNPT, seningga materi radikalisme dan terorisme yang ada bisa dijadikan bahan diskusi dosen Pancasila, guru Pancasila. Ketika ada sosialisasi Pancasila, harapan kami, kalau bisa segera ditindak lanjuti, dengan demikian ancaman terorisme dan radikalisme bisa kita deteksi sejak dini dan selesaikan sejak dini," ujar Hariyono. (maa/haf)