PK Koruptor Alquran Kandas, Zulkarnaen Djabar-Anak Divonis 15 dan 8 Tahun Bui

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 01 Nov 2019 15:17 WIB
Zulkarnaen Djabar (rachman/detikcom)
Zulkarnaen Djabar (rachman/detikcom)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) menolak peninjauan kembali yang diajukan Zulkarnaen Djabar dan anaknya Dendy Prasetya. Alhasil, Zulkarnaen tetap dihukum 15 tahun penjara dan Dendy selama 8 tahun penjara karena korupsi proyek pengadaan kitab suci Alquran.

Kasus bermula saat Zulkarnaen dan Dendy terjerat kasus korupsi proyek pengadaan laboratorium dan pengadaan Alquran di Kementerian Agama pada 2011-2012. Zulkarnaen yang kala itu anggota DPR dari Fraksi Golkar mengintervensi pejabat Kementerian Agama untuk memenangkan sejumlah tender proyek.

Seperti pengadaan laboratorium komputer MTs Tahun Anggaran 2011 dan tender proyek pengadaan Alquran Tahun Anggaran 2011-2012. Zulkarnaen menerima sejumlah uang dari proyek itu. Patgulipat ini terendus KPK dan mereka diproses secara hukum.

Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 15 tahun kepada Zulkarnaen. Sementara, Dendy divonis 8 tahun penjara. Zulkarnaen dan Dendy diwajibkan mengganti uang negara yang mereka korupsi masing-masing Rp 5,7 miliar.

Kemudian keduanya mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Namun, bandingnya ditolak dan hukum keduanya tetap. Mereka pun mengajukan kasasi ke MA, tapi ditolak.

Satu-satunya jalan terakhir ditempuh yaitu PK. Apa kata MA?

"Tolak," demikian putus majelis kasasi sebagaimana dilansir websitenya, Jumat (1/12/2019).

Duduk sebagai ketua majelis Suhadi dengan anggota Sofyan Sitompul dan M Askin. Perkara nomor 354 PK/Pid.Sus/2019 diketok dalam sidang tertutup tanpa dihadiri para pihak pada 31 Agustus 2019. (asp/rvk)