Vonis Anak Buah Napi Mafia Sabu Ramli Diperberat Jadi Penjara Seumur Hidup

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 01 Nov 2019 14:21 WIB
Ilustrasi (dok.detikcom)
Ilustrasi (dok.detikcom)
Banda Aceh - Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh memperberat hukuman pengedar sabu Saifannur alias Pan dari 20 tahun penjara menjadi penjara seumur hidup. Saifan merupakan bagian dari sindikat napi mafia sabu Ramli yang kini dihukum mati.

Kasus bermula saat Saifan yang sedang bekerja di sebuah bengkel di Aceh didatangi Fadli alias Dekgam (belum tertangkap) pada Agustus 2018 lalu. Fadli menawarkan Saifan pekerjaan menjadi pengedar sabu.

Setelah ada kata sepakat, Fadli meminta Saifan mengganti nomor handphone. Fadli kemudian membeli satu unit mobil Mitsubishi Xpander berpelat BK 1981 AM, lalu diserahkan ke Saifan.

Mobil ini dipakai untuk mengangkut sabu ke para bandar. Dua bulan berselang, Saifan mengantar sabu sebanyak 15 kg pada Oktober 2018 dan mendapat upah Rp 20 juta dari Fadli.

Penyelundupan narkoba kedua dilakukan Saifan pada November 2018. Saat itu, dia diperintah untuk mengantar 20 kg sabu dengan upah Rp 20 juta. Pekerjaan menjadi pengedar mulus dilaksanakannya.

Pada 18 Januari 2019, Saifan menerima 24 bungkus sabu atau seberat 25 kilogram di dekat jembatan Desa Peuntet Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Aceh. Sehari kemudian, Saifan mendapat perintah dari Fadli untuk mengantar delapan bungkus sabu ke seseorang di kawasan Geurugok, Bireuen, Aceh.

Dia meluncur ke lokasi dengan mengendarai mobil. Dalam perjalanan, Saifan disergap tim BNN Pusat. Ketika digeledah, ditemukan sabu seberat delapan kilogram.

Petugas BNN membawa Saifan ke rumah dan dilalukan penggeledahan. Di sana ditemukan lagi barang bukti sabu sehingga totalnya mencapai 25 kilogram.

Setelah menjalani pemeriksaan, Saifan diadili di Pengadilan Negeri Bireuen. Jaksa Penuntut Umum (JPU) kala itu meminta Saifan dihukum seumur hidup.

Tapi vonis majelis hakim PN Bireuen lebih ringan yaitu 20 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. Mendengar putusan tersebut, jaksa tidak terima lalu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Banda Aceh.

Apa kata majelis hakim Pengadilan Tinggi Banda Aceh?

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut di atas dengan pidana penjara selama seumur hidup. Menetapkan agar terdakwa tetap ditahan," putus hakim Pengadilan Tinggi Banda Aceh seperti dikutip detikcom dari situs resmi pengadilan, Jumat (1/11/2019).

Putusan ini diketok pada Rabu (30/10) kemarin. Duduk sebagai sebagai majelis hakim Djumali dan hakim anggota masing-masing Sigit Sutanto dan Moch Zaenal Arifin.

Seperti diketahui, Saifan merupakan anak buah Ramli, napi Lapas Tanjung Gusta yang divonis mati oleh PN Lhoksukon, Aceh Utara, Aceh. Penangkapan Saifan, disebut BNN berkaitan dengan Ramli.

"Penangkapan ini masih berkaitan dengan penyitaan barang bukti 72 bungkus narkoba sabu dan ekstasi yang dikendalikan oleh Ramli napi LP Tanjung Gusta," jelas Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari kepada detikcom, Kamis (24/1/2019).

"Barang bukti yang disita berasal dari Malaysia dibawa dengan kapal yang berbeda dengan waktu yang hampir bersamaan, merupakan bagian dari sindikat Ramli cs," kata Arman. (agse/asp)