Antrean di KBRI Malaysia Disorot karena WNI Meninggal, Ini Respons Kemlu

Antrean di KBRI Malaysia Disorot karena WNI Meninggal, Ini Respons Kemlu

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 01 Nov 2019 12:52 WIB
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kemlu Judha Nugraha. (Zakia/detikcom)
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kemlu Judha Nugraha. (Zakia/detikcom)
Jakarta - Seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Tamam bin Arsyad meninggal saat menunggu antre layanan paspor di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (31/10) kemarin. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) merespons sorotan terhadap sistem antrean itu.

"Secara periodik, Kemlu bekerja sama dengan Perwakilan RI melakukan monitoring dan evaluasi terhadap seluruh layanan dan pelindungan yang diberikan di Perwakilan RI," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha, kepada wartawan, Jumat (1/11/2019).



Judha menjelaskan layanan paspor di KBRI Malaysia dibutuhkan oleh WNI di banyak wilayah di Malaysia. Warga dari luar kota datang sejak subuh untuk antre.

"Wilayah kerja kami sampai Trengganu, enam jam naik bus dari Kuala Lumpur," kata Judha.
Selanjutnya
Halaman
1 2