Jokowi Usul 'Radikalisme' Diubah 'Manipulator Agama', Ini Kata Muhammadiyah

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 01 Nov 2019 08:21 WIB
Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad (dok. Muhammadiyah)
Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad (dok. Muhammadiyah)


Oleh karena itu, persoalan radikalisme harus diselesaikan dari berbagai segi kehidupan. Menurutnya, mewujudkan keadilan dan kesejahteraan jadi syarat utama agar paham radikalisme tidak berkembang.


"Untuk memberantas radikalisme ini kan tidak sendiri bukan hanya agama. Tapi ada aspek lain yang membuat orang radikal mungkin karena merasa ada ketidakadilan, karena kemiskinan, kebodohan, dan aspek lain termasuk pengasuhan waktu kecil. Bahkan kondisi rumah juga bisa memicu seseorang jadi radikal. Jadi tidak tunggal pemicunya karena agama. Tapi ada faktor lain," bebernya.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi menyampaikan meminta ada upaya serius untuk menangkal radikalisme. Jokowi meminta Menko Polhukam Mahfud Md mengkoordinasikan penanganan masalah itu.

"Harus ada upaya yang serius untuk mencegah meluasnya, dengan apa yang sekarang ini banyak disebut yaitu mengenai radikalisme," kata Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (31/10).


Jokowi menyebut radikalisme juga dengan istilah lain, seperti manipulator agama. Dia menyerahkan penanganan radikalisme itu kepada Mahfud Md.

"Apakah ada istilah lain yang bisa kita gunakan, misalnya manipulator agama. Saya serahkan kepada Pak Menko Polhukam untuk mengkoordinasikan masalah ini," tuturnya.
Halaman

(jbr/eva)