Tim Teknis Selesai Hari Ini, Novel Sebut Polri 3 Kali Ngeyel ke Jokowi

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 31 Okt 2019 20:39 WIB
Novel Baswedan (Matius Alfons/detikcom)


Novel mengaku akan terus konsisten mendesak Kapolri menangkap para pelaku. Itu dilakukan semata-mata agar tak ada korban penyerangan terhadap pihak lain.

"Sekarang saya harus beri target berapa kali lagi, sudah bolak-balik ya, masa enggak malu bolak-balik salah terus," ujar Novel.

"Saya tetap konsisten sebagaimana sebelumnya saya pernah katakan bahwa terkait dengan diri saya yang diserang saya ikhlas, pelaku saya maafkan, tapi kalau saya diam sama saja saya berkontribusi untuk pelaku-pelaku itu menyerang kepada orang lain. Maka saya tidak akan pernah diam," sambungnya.

Seperti diketahui teror air keras terhadap Novel terjadi pada 11 April 2017 setelah dia menunaikan salat Subuh di Masjid Al-Ihsan. Lokasi itu berjarak sekitar 4 rumah dari kediamannya, Jalan Deposito T Nomor 8 RT 03 RW 10, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sebelumnya, Polri telah membentuk beberapa tim untuk menyelesaikan kasus Novel. Terakhir, tim teknis bentukan Kapolri untuk mengungkap peneror Novel bekerja mulai 3 Agustus sampai 31 Oktober 2019. Polri mengatakan ada kemajuan yang didapat tim dalam proses investigasi.
Halaman

(maa/knv)