detikNews
Kamis 31 Oktober 2019, 16:52 WIB

Sistem 2-1 di Puncak Bogor Tak Optimal, Polisi Ungkap Perubahan Tren

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Sistem 2-1 di Puncak Bogor Tak Optimal, Polisi Ungkap Perubahan Tren Konferensi pers rapat evaluasi sistem 2-1 Jalan Raya Puncak. (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Bogor - Sistem 2-1 yang diuji coba di Puncak, Kabupaten Bogor, belum optimal. Polisi menyebut hal ini terjadi karena tren masyarakat berubah.

"Yang biasanya check out dari hotel siang, tapi ketika ada informasi 2-1, kemudian ada perubahan pola perilaku. Mereka check out di pagi hari di pukul 09.00-10.00 WIB untuk persiapan untuk mengakses jalur Puncak untuk turun ke arah Jagorawi," kata Kasat Lantas Polres Bogor AKP Fadli Amri dalam konferensi pers rapat evaluasi sistem 2-1 Jalan Raya Puncak, di Kantor Bupati Bogor, Kompleks Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (31/10/2019).


Dia menjelaskan, perubahan tren ini menyebabkan volume kendaraan di Jalan Raya Puncak meningkat. Selain itu, kepadatan di jalan meningkat karena banyak warga sekitar yang ingin melintas di Jalan Raya Puncak.

"Di samping itu juga animo masyarakat yang mendapat informasi bahwa tidak ada penutupan arus menyebabkan terjadinya peningkatan volume kendaraan," lanjut dia.


Fadli mengatakan, polisi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan mencari solusi agar volume kendaraan di Puncak bisa ditekan. Dia menjelaskan, saat ini sedang dicari formula yang tepat agar kemacetan di Puncak bisa berkurang ketika sistem 2-1 diuji coba kembali.

"Kita tentukan secara tepat sehingga masyarakat yang menerima informasi tersebut (sistem 2-1) bisa mengkonsumsinya secara benar sehingga semua bisa mendapatkan porsinya masing-masing," tuturnya.


Simak juga video "Serunya Olahraga Paralayang Puncak" :

[Gambas:Video 20detik]


(gbr/gbr)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com