detikNews
Kamis 31 Oktober 2019, 15:26 WIB

Sidang Dakwaan TPPU Wawan

Jaksa KPK: Wawan Dapat Untung Rp 1,8 T Lebih dari Proyek di Banten

Faiq Hidayat - detikNews
Jaksa KPK: Wawan Dapat Untung Rp 1,8 T Lebih dari Proyek di Banten Tubagus Chaeri Wardana (Berkemeja Putih) (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Jaksa KPK mendakwa Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Wawan telah mengalihkan harta ke berbagai perusahaan serta membelanjakannya ke beragam aset seperti mobil hingga rumah.

"Perbuatan menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga, atau perbuatan lain atas harta kekayaan," ujar jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019).

Duit yang dialirkan Wawan itu diduga KPK berasal dari korupsi. Wawan disebut jaksa tercatat mengendalikan 4 perusahaan, yaitu PT Bali Pasific Pragama (BPP), PT Buana Wardana Utama (BWU), PT Putra Perdana Jaya (PPJ), dan PT Citraputra Mandiri Internusa (CMI). Tiap perusahaan itu dipimpin oleh orang yang berbeda-beda yang ditunjuk oleh Wawan.

Perusahaan-perusahaan itu digunakan Wawan untuk mendapatkan proyek di Banten dan Tangerang Selatan (Tangsel). Saat itu Gubernur Banten dijabat Ratu Atut, sedangkan Tangsel dipimpin Airin sebagai wali kota.

Wawan diduga melakukan korupsi terkait pengadaan alat kedokteran Rumah Sakit Rujukan Provinsi Banten pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten APBD 2012, pengadaan tanah pada Biro Umum dan Perlengkapan Setda Pemprov Banten, proyek Alat Kesehatan Kedokteran Umum Puskesmas Kota Tangerang Selatan APBD-P 2012, serta proyek pembangunan RSUD Tangerang Selatan dan sejumlah puskesmas di Tangerang Selatan tahun 2010-2012.

Keuntungan dari Proyek di Banten

Wawan diduga mendapatkan keuntungan dari proyek-proyek yang dimiliki atau dikuasainya di beberapa SKPD Banten dalam kurun 2005-2012. Total keuntungannya sekitar Rp 1.724.477.456.000.

Selain itu, jaksa menyebut Wawan mendapatkan untung dari 10 paket pengadaan alat kesehatan rumah sakit rujukan Pemprov Banten sekitar Rp 39.470.124.416 dan 4 paket pengadaan alat kesehatan rumah sakit rujukan Pemprov Banten sebesar Rp 10.613.349.510.

Wawan rupanya juga mendapatkan keuntungan dari proyek pengadaan tanah di Pemprov Banten. Dia diduga memperoleh keuntungan sekitar Rp 109.061.902.000.

Keuntungan dari Proyek di Tangsel

Wawan diduga mendapatkan proyek pengadaan alat kesehatan pada Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan. Dia diduga mendapatkan keuntungan sekitar Rp 7.941.630.033.

Dari keseluruhannya, Wawan diduga mendapatkan keuntungan lebih dari Rp 1,8 triliun. Lalu dari dakwaan KPK tercatat pencucian uang yang dilakukan Wawan mencapai Rp 500 miliar lebih.

Akibat perbuatannya itu, Wawan didakwa melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP dan Pasal 3 ayat 1 huruf a, c, dan g Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003 tentang Tindak Pencucian Uang juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.
(dhn/haf)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com