Jasa Raharja Siapkan Aplikasi JRku 2.0, Rambah ke Pembayaran Digital

Akfa Nasrulhak - detikNews
Rabu, 30 Okt 2019 18:16 WIB
Foto: Akfa Nasrulhak
Jakarta - PT Jasa Raharja (Persero) tengah menyiapkan strategi memperkuat bisnis era digital, di antaranya mengembangkan aplikasi JRku dengan menambah fitur transaksi digital.Layanan digital diyakini akan menjadi peluang dan tantangan, terutama di era revolusi industri 4.0.

Corporate Secretary PT Jasa Raharja (Persero), Harwan Muldidarmawan menyampaikan tantangan zaman di masa depan semakin kompleks, tantangan tersebut meliputi sektor teknologi, tren budaya, dan tren ekonomi. Ia menegaskan, pihaknya harus tanggap dengan perkembangan sektor teknologi yang begitu pesat. Saat ini tren teknologi telah mengarah pada transportasi daring, big data, dan pembayaran elektronik.

"Jika tidak mau mengikuti perkembangan maka dapat tergilas dengan kemajuan zaman. Kita harus cepat tanggap terhadap perkembangan yang ada. Tren ekonomi kini juga telah berubah. Saat ini banyak bermunculan startup baru. Kemudian, banyak pula model bisnis yang berbasis kemitraan," ujar Harwan kepada wartawan di Jakarta, Rabu (30/10/2019).


Adapun inovasi digital yang telah diluncurkan pada 3 Mei 2019 lalu ini, menurut Harwan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Lewat aplikasi JRku, masyarakat dapat mengajukan santunan secara online, hingga mengecek masa berlaku SWDKLLJ.

Selain itu, lewat aplikasi ini masyarakat dapat melaporkan apabila ada kecelakaan alat angkutan umum dan kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Masyarakat juga bisa memberikan informasi daerah rawan kecelakaan agar pengguna lain dapat berhati hati apabila melalui daerah tersebut.

"Jasa Raharja senantiasa melakukan transformasi sehingga siap dalam menghadapi era Industri 4.0, misalnya dalam penggantian biaya rawatan rumah sakit yang semula diberikan setelah korban selesai berobat dan menyerahkan kuitansi perawatan dari rumah sakit. Saat ini Jasa Raharja telah bekerja sama dengan pihak rumah sakit sehingga apabila ada korban kecelakaan alat angkutan umum dan lalu lintas jalan, petugas kami langsung menerbitkan surat jaminan biaya perawatan sampai dengan maksimal Rp 20 juta," lanjut Harwan.

Ke depan, lanjut Harwan, aplikasi JRku akan diupgrade dengan merilis versi kedua. Salah satunya fitur tambahannya adalah dengan adanya layanan pembayaran digital. Salah satu layanannya untuk pembayaran pajak secara online.

"Kita sedang ada pengembangan untuk versi yang kedua. Di mana kita akan menambahkan fitur untuk pembayaran. Seperti bayar pajak kendaraan bermotor, juga ada pembayaran lainnya. Harapannya akhir 2019 ini mungkin akan kita realisasi," ujarnya.

Untuk mengembangkan aplikasi tersebut, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan penyedia aplikasi pembayaran digital yang telah ada. Seperti aplikasi LinkAja yang sama-sama di bawah naungan BUMN. Menurut Harwan, dengan menggandeng aplikasi pembayaran digital yang sudah eksis, akan lebih efisien dibanding harus membangun sendiri dan bersaing dengan aplikasi lainnya.


"Yang penting kita bisa melayani lebih sempurna lagi bagaimana memudahkan untuk melaporkan kecelakaan maupun mengajukan santunan. Apabila berkas lengkap, pencairan santunan itu bisa hanya dalam waktu 22 menit saja. Tapi jika terhitung dari waktu kecelakaan kita sudah bisa di 1 hari 18 jam. Nah itu berkat kemudahan dari arus informasi yang kita lakukan dengan digitalisasi," ucapnya.

"Untuk penyerahannya pun kita tidak mengenal waktu baik hari weekend atau weekdays karena disalurkan dalam bentuk cashless," tutupnya.


Simak juga video "Santunan Rp 50 Juta untuk Keluarga Korban Tewas di Tol Cipularang" :

[Gambas:Video 20detik]

(akn/prf)