detikNews
2019/10/30 17:57:36 WIB

Sidang Kasus Suap Romahurmuziy

Misterius, Nilai Haris Penyuap Rommy Berubah Tanpa Diketahui Pansel

Faiq Hidayat - detikNews
Halaman 1 dari 2
Misterius, Nilai Haris Penyuap Rommy Berubah Tanpa Diketahui Pansel Terdakwa perkara suap jual-beli jabatan di Kemenag, Romahurmuziy, dalam persidangan. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Jaksa KPK membongkar satu per satu kebobrokan dalam proses seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Bahkan panitia seleksi jabatan saja sampai tidak tahu adanya nilai peserta yang dikatrol.

Persoalan ini diungkap KPK dalam perkara suap dari Haris Hasanudin ke Romahurmuziy alias Rommy. Haris merupakan mantan pejabat Kemenag yang mengincar posisi Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur. Dia menyuap Rommy agar mantan Ketua Umum PPP itu membisiki Lukman Hakim Saifuddin saat aktif sebagai Menteri Agama (Menag) membantunya memperoleh jabatan tersebut.

Haris sebetulnya tidak lolos administrasi dalam seleksi itu karena pernah mendapatkan sanksi disiplin. Sebab, salah satu syarat mendapatkan jabatan tersebut adalah tidak pernah diberi sanksi disiplin dalam 5 tahun terakhir.

Tak hanya itu, bahkan nilai Haris dalam seleksi bisa berubah tanpa sepengetahuan dari panitia seleksi sendiri. Kok bisa?


Hal itu diungkap Kuspriyono Murdono yang merupakan anggota panitia seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Kemenag. Kuspriyono mengaku sebagai orang yang memberikan nilai pada Haris.

"Saya kasih nilai 80, maksimal 85 kalau pinter. Tapi untuk yang ini Haris itu saya kasih 70-an dan itu kan di bawah minimal," kata Kuspriyono memberikan kesaksian dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).

Kuspriyono bahkan heran saat melihat nilai Haris cukup tinggi, yaitu 95 dalam dokumen yang ditampilkan jaksa memuat nilai-nilai peserta seleksi jabatan tersebut. Dia pun merasa ada yang menikungnya dari belakang.

"Nggak ada Pak nilai 95. Berarti saya tersinggung itu Pak. Ada yang merekayasa. Mungkin diubah oleh orang tertentu by computer. Mungkin itu yang menyebabkan dia (Haris) terkatrol masuk ke ranking tiga besar," kata Kuspriyono.

Lantas siapa yang mengubah?



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com