detikNews
2019/10/30 17:13:58 WIB

KPAI Minta Kasus Kekerasan di Sekolah Jadi Prioritas Mendikbud Nadiem

Farih Maulana Sidik - detikNews
Halaman 1 dari 2
KPAI Minta Kasus Kekerasan di Sekolah Jadi Prioritas Mendikbud Nadiem Komisioner KPAI (Farih/detikcom)
Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberi masukan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. Berbagai kasus kekerasan di lingkungan pendidikan diharapkan menjadi pekerjaan prioritas yang harus diselesaikan.

"Mata rantai kekerasan yang terus terjadi di lingkungan sekolah, baik kekerasan fisik, psikis, maupun seksual, baik yang dilakukan siswa, guru, maupun orang tua sudah seharusnya diputus. Sekolah sejatinya menjadi tempat yang aman dan nyaman buat peserta didik. KPAI berharap hal ini menjadi prioritas pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Mendikbud Nadiem Makarim," ujar Komisioner Bidang Pendidikan KPAI Retno Listyarti, di kantor KPAI, Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).


Retno menyebut, sepanjang 2019, KPAI menerima 127 kasus pengaduan kekerasan anak di lingkungan pendidikan. Menurutnya, anak-anak tersebut mendapat kekerasan, bullying, dan korban kebijakan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB).

"Pertama, anak korban kebijakan 19 kasus dan anak korban kekerasan dan bullying 13 kasus, ke 32 kasus tersebut berasal dari beberapa wilayah. Kedua, anak korban kebijakan sistem zonasi dalam PPDB 2019 sebanyak 95 pengaduan," katanya.

Retno mengatakan KPAI mendorong Mendikbud Nadiem untuk melanjutkan pembenahan pendidikan melalui pendekatan zonasi. Menurutnya, pendekatan zonasi tidak hanya digunakan untuk PPDB, tetapi juga untuk membenahi berbagai standar pendidikan nasional.




Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com