detikNews
Selasa 29 Oktober 2019, 06:16 WIB

Round-Up

Teka-teki Narasi Megawati Tolak AHY Masuk Kabinet Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Teka-teki Narasi Megawati Tolak AHY Masuk Kabinet Jokowi Foto ilustrasi: Megawati bersama Puan Maharani (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Politikus Partai Demokrat Andi Arief menganggap Megawati Soekarnoputri menolak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masuk ke kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hingga kini, narasi yang digulirkan Andi masih menjadi teka-teki.

Narasi itu masih menjadi teka-teki karena baik PDIP maupun Partai Demokrat sama-sama tak mengkonfirmasi kebenaran pernyataan Andi. Pernyataan yang memantik isu itu disampaikannya atas dasar dugaan bahwa Megawati menyimpan dendam kepada SBY, sehingga AHY anak SBY tak bisa masuk ke kabinet Jokowi.

"Kami mendengar ada ketidaksetujuan Demokrat masuk koalisi. Itu datang dari pimpinan koalisi Ibu Megawati," kata Andi kepada wartawan, Sabtu (26/10).



Senin (28/10), putri dari Megawati, yakni Ketua DPR Puan Maharani merespons santai narasi Andi Arief itu. Puan justru bertanya balik.

"Masa? Pertanyaannya, masa sih gitu?" kata Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Menurut Puan, penyusunan kabinet adalah sepenuhnya hak prerogatif Presiden Jokowi. Dia mempersilakan mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) itu untuk mengingat kembali dinamika pemilu hingga saat ini, sehingga bisa terlihat hal sebenarnya membuat Partai Demokrat tak masuk koalisi.

"Jadi kalau kemudian ada yang menyampaikan atau mengatakan hal-hal seperti itu ya lihat dulu lah proses dan perjalanan dari pemilu sampai sekarang," ujar Puan.



Dia tak ingin ada riak-riak politik timbul akibat opini pribadi tertentu soal hubungan SBY-Megawati. Kenyataannya, kata Puan, hubungan Megawati dan SBY baik-baik saja, buktinya mereka berdua bertemu saat pelantikan Jokowi pada 20 Oktober lalu, juga pada kesempatan-kesempatan lainnya. Partai Demokrat juga menyatakan hal yang senada.

"Partai Demokrat melihat hubungannya baik-baik saja. Jadi itu pandangan pribadi," kata Wakil Ketua Umum Demokrat, Syarief Hasan, di Gedung DPR.

Kata Syarief, pernyataan Andi adalah atas nama pribadi, bukan atas nama Partai Demokrat. Soal tak adanya representasi Demokrat di kabinet, itu karena memang Demokrat tidak mengajukan calon sebelum penentuan kabinet. Toh pada akhirnya, Presiden Jokowi-lah yang menentukan menteri-menterinya.

"Memang sejak awal Partai Demokrat tidak pernah mengajukan diri dan tidak pernah mengajukan nama kepada Presiden," tutur Syarief.



Syarief meminta agar masyarakat memberikan kesempatan bagi Jokowi menjalankan roda pemerintahan di periode kedua. "Kami itu sudah sepenuhnya menyerahkan kepada Presiden Jokowi. Apa pun keputusannya harus kita hormati. Kita harus hargai. Mari kita berikan kesempatan kepada kabinet ini untuk bekerja secara maksimal," kata Syarief.

Teka-teki Narasi Megawati Tolak AHY Masuk Kabinet JokowiSyarief Hasan (Grandyos Zafna/detikcom)

(dnu/zap)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com