detikNews
2019/10/28 20:30:26 WIB

Dua Penyuap Eks Bupati Lampung Tengah Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Faiq Hidayat - detikNews
Halaman 1 dari 2
Dua Penyuap Eks Bupati Lampung Tengah Dituntut 2,5 Tahun Penjara Dua penyuap eks Bupati Lampung Tengah dituntut 2,5 tahun penjara (Foto: Faiq/detikcom)
Jakarta - Pemilik PT Purna Arena Yudha (PAY) Simon Susilo dituntut 2,5 tahun penjara, denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan. Simon diyakini jaksa bersalah menyuap mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa.

"Menuntut supaya majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini, menyatakan terdakwa Simon Susilo dan Budi Winarto terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut," kata jaksa KPK Ali Fikri saat membacakan surat tuntutan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Raya, Jakarta, Senin (28/10/2019).

Selain itu, Direktur PT Sorento Nusantara Budi Winarto alias Awi juga dituntut 2,5 tahun penjara, denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan. Budi Winarto diyakini jaksa bersalah menyuap Mustafa. Pembacaan tuntutan untuk Simon dan Budi dilakukan secara terpisah.

Simon dan Budi diyakini bersalah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tipikor Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.


Jaksa menyebut Simon dan Budi Winarto memberikan uang secara bertahap pada Mustafa melalui Taufik Rahman selaku Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah. Simon memberikan uang Rp 7,5 miliar dan Budi memberikan uang Rp 5 miliar.

Kasus ini bermula Mustafa yang memerintahkan Taufik Rahman untuk mengumpulkan sejumlah uang dari pengusaha di Lampung Tengah untuk maju Calon Gubernur Lampung. Selain itu, Mustafa disebut jaksa juga mempunyai kebutuhan untuk memenuhi permintaan anggota DPRD Lampung Tengah terkait pengesahan APBD dan persetujuan pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur.

"Atas perintah Mustafa tersebut, Taufik Rahman menyanggupinya dan kemudian memerintahkan beberapa stafnya di Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah antara lain Aan Riyanto, Rusmaladi alias Ncus, dan Andri Kadarisman untuk mengumpulkan sejumlah uang atau commitment fee dari beberapa rekanan diantaranya Simon Susilo dan Budi Winarto," kata jaksa.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com