Bahasa Indonesia, Bahasa atau Sekadar Salah Satu Dialek Melayu?

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 28 Okt 2019 17:54 WIB
Foto ilustrasi Sumpah Pemuda (Pradita Utama/detikcom)

Motif politik dan identitas

Suatu bentuk wicara dikategorikan sebagai 'bahasa' dan bukan sekadar 'dialek' bukan hanya karena persentase perbedaannya dengan bahasa sekitarnya. Bahasa Indonesia berdiri sendiri sebagai 'bahasa' bukanlah karena dia sepenuhnya berbeda dengan Bahasa Melayu, Melayu Riau, Melayu Pontianak, Melayu Papua, Melayu Malaysia, Melayu Brunei, atau Melayu Pattani.



Ada motif politik kuat yang melatarbelakangi Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang berdiri sendiri bukan sebagai sekadar salah satu dialek.

"Itu dinamakan Bahasa Indonesia untuk kepentingan pembentukan nation (bangsa) alias Bangsa Indonesia," kata peneliti LIPI, Imelda.

Bisa juga, motif identitas menjadi dasar suatu bahasa berdiri sendiri. Misalnya, Bahasa Betawi adalah 'bahasa', bukan sekadar dialek Melayu meski sebenarnya Bahasa Betawi adalah salah satu dialek Melayu. Ini karena ada unsur identitas budaya di dalamnya.



Imelda juga meneliti bahasa daerah di Halmahera, yakni Bahasa Gamkonora dan Waioli. Sebenarnya, kedua bahasa itu adalah satu secara linguistik, namun karena kedua penuturnya berbeda agama dan etnis maka mereka menyebut Gamkonora dan Waioli sebagai bahasa yang berbeda.

"Bahasa tidak sekadar didefinisikan secara logis dengan matematika, tapi juga bicara tentang identitas dan pengakuan," kata Imelda.

Bahasa Indonesia, Bahasa atau Sekadar Salah Satu Dialek Melayu?Diorama di Museum Sumpah Pemuda (Pradita Utama/detikcom)