detikNews
2019/10/28 16:51:40 WIB

Guru Honorer DKI Resmi Gugat Anies dan Tjahjo Rp 5 M

Jabbar Ramdhani - detikNews
Halaman 1 dari 2
Guru Honorer DKI Resmi Gugat Anies dan Tjahjo Rp 5 M Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Sugianti, seorang guru honorer, menggugat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga MenPAN-RB Tjahjo Kumolo dengan nilai Rp 5 miliar. Gugatan dilayangkan karena Sugianti tak kunjung diangkat menjadi PNS meski dinyatakan telah lolos.

"Karena yang pertama, Ibu Sugianti sudah berjuang dari 2013 dan sudah menang sebagai PNS, diumumkan MenPAN-RB 2014. Dan dia juga sudah mendapatkan putusan dari Pengadilan Tata Usaha Negara dengan rekomendasi harus diangkat jadi PNS. Jadi sudah ada ketetapan negara terhadap status PNS tersebut, cuma tidak ditindaklanjuti," kata pengacara Sugianti, Pitra Romadoni, saat dihubungi, Senin (28/10/2019).

Sugianti mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur dan telah diterima dengan nomor registrasi 1916/SK/PENGA/Inadt/2019/PN.Jaktim.Tim. Pihak-pihak yang digugat adalah Gubernur DKI Anies Baswedan, MenPAN-RB Tjahjo Kumolo, Kadisdik DKI Jakarta, dan Kantor Regional V Badan Kepegawaian Negara Jakarta.


Pitra mengatakan gugatan sebesar Rp 5 miliar dihitung berdasarkan kerugian materi yang diderita Sugianti selama belum diangkat menjadi PNS sejak dinyatakan lolos seleksi calon PNS pada 2014.

Pitra meminta para pihak tergugat lekas mengangkat kliennya menjadi PNS. Jika hal itu dilakukan, pihaknya bersedia mencabut gugatan.

Guru Honorer DKI Resmi Gugat Anies dan Tjahjo Rp 5 MSugianti tak kunjung mendapat SK meski proses pemberkasan administrasi PNS telah selesai pada 2015. (Eva Safitri/detikcom)

"Harapannya, sudahlah tidak usah sidang. Angkat saja Ibu Sugianti besok menjadi PNS. Tuntutan akan dicabut. Kalau memang beliau tidak diangkat sebagai PNS, kita siap lanjutkan gugatan kita," tutur Pitra.


Sebelumnya diberitakan, Sugianti sudah mengirimkan somasi kepada pihak terkait. Namun somasi tersebut tidak direspons. Pitra menjelaskan somasi dikirimkan ke Disdik DKI karena dinilai tidak bertanggung jawab terhadap status Sugianti, yang seharusnya ditetapkan sebagai PNS. Padahal kliennya itu telah lulus dalam seleksi PNS K2 pada 2013.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com