Disindir Seumur Jagung di PAN, Ini Pembelaan Faldo Maldini

Disindir Seumur Jagung di PAN, Ini Pembelaan Faldo Maldini

Elza Astari Retaduari - detikNews
Senin, 28 Okt 2019 12:40 WIB
Faldo Maldini (Ari Saputra/detikcom)
Faldo Maldini (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Waketum PAN Viva Yoga menyindir kepengurusan Faldo Maldini yang hanya seumur jagung di PAN sebelum akhirnya pindah ke PSI. Faldo pun menyebut sudah cukup mengenal PAN meski hanya sebentar menjadi pengurus di PAN.

"Kalau mau dibilang seumur jagung, ya mungkin benar. Memang saya tidak selama beliau, tapi nasihat dari beliau dan senior-senior lainnya, ditambah bergaul cukup banyak dalam empat tahun membuat saya merasa cukup mengenal PAN," ujar Faldo kepada wartawan, Senin (28/10/2019).

Walaupun hanya sebentar di PAN, Faldo merasa sudah cukup mengetahui proses di partai berlambang matahari putih itu. Ia mengaku berkarir politik di PAN dari level bawah.


"Apalagi saya memulai jalan politik dari bawah, sebelum wasekjen, ada jenjang yang saya jalani. Kalau bandingannya Mas Yoga, ya jauh. Beliau guru saya. Profesor levelnya kalau di kampus. Jelas saya tidak seahli Mas Yoga memahami PAN," ucap Faldo.

Meski begitu, Faldo menyampaikan rasa terima kasih kepada Viva Yoga yang mendoakannya agar berhasil sebagai Ketua PSI Sumbar. Faldo pun mengingat perjuangannya saat masih berada di PAN.

"Terima kasih buat doa dari Bang Yoga. Saya memang tidak selama beliau, hanya kurang-lebih empat tahun saja. Tapi, banyak pelajaran dari senior-senior di PAN. Saya bergaul dan berusaha untuk mengenal senior, organisasi, dan teman-teman kader lainnya. Saya sampai hari ini masih komunikasi baik," tuturnya.

Faldo lalu mengungkap alasannya pindah ke PSI, lawan PAN saat Pilpres 2019. Faldo, yang ingin maju di Pilgub Sumatera Barat (Sumbar), mengaku mendapat bantuan dari PSI saat menggugat UU Pilkada.

"Hari ini, saya melihat ada stagnasi pembangunan di Sumbar. Butuh tawaran Sumangaik Baru (Semangat Baru), kultur politik baru. Perlu wadah baru juga yang lebih properubahan, diisi oleh anak muda progresif, agar lebih cepat selesaikan persoalan publik, seperti lapangan kerja yang sangat terbatas," sebut Faldo.

"Masalah-masalah basic pun terselesaikan, misalnya masih ada 22% warga Sumbar yang tidak punya akses jamban, Jatim, dan Jateng yang penduduknya nyaris sepuluh kali Sumbar sudah di bawah 9%, bahkan DIY sudah 100% akses sanitasinya. Ini perlu diselesaikan segera," imbuhnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2