detikNews
2019/10/27 22:01:41 WIB

Round-Up

Demokrat Terpinggir, PDIP Bantah Skenario Ketoprak Joko Tingkir

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 3
Demokrat Terpinggir, PDIP Bantah Skenario Ketoprak Joko Tingkir Foto ilustrasi SBY dan Megawati (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden).
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik menteri-menteri dalam Kabinet Koalisi Indonesia Maju pada Rabu (23/10) kemarin. Politikus dari berbagai parpol ada di dalamnya, namun tak ada kader dari Partai Demokrat. Dua hari kemudian, Presiden Jokowi melantik 12 wakil menteri (wamen), tetap tak ada kader Demokrat di dalamnya. Dugaan adanya skenario menolak Demokrat muncul.

Adalah Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief yang berbicara soal ini. Awalnya, dia mengemukakan ada dendam kesumat yang terpendam dalam diri Ketua Umum Partai Demokrat Megawati Soekarnoputri terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dendam inilah yang membuat Jokowi tak bisa memasukkan kader Demokrat ke dalam kabinet eksekutif. Demokrat seakan terpinggirkan.

"Awalnya saya menduga bahwa dendam Ibu Megawati itu hanya pada Pak SBY, ternyata turun juga ke anaknya, Agus Yudhoyono," ungkap Andi Arief kepada wartawan, Sabtu (26/10) kemarin.




Nama AHY, singkatan dari Agus Harimurti Yudhoyono, memang disebut-sebut yang ditawarkan Demokrat untuk masuk kabinet Jokowi. Andi Arief juga menyinggung soal harapannya agar Jokowi mampu meredam 'dendam' Megawati ke SBY. Menurut Andi Arief, dendam Megawati kepada anak-cucu SBY merupakan dendam pada takdir.

"Tentu saja Agus Yudhoyono tidak pernah merencanakan hidupnya sebagai anak SBY, itu takdir sejarah. Karena itu, dendam Ibu Megawati hingga ke anak-cucu SBY adalah dendam pada takdir," sebut Andi.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com