Maaf Jokowi Obati Kekecewaan Koalisi

Round-Up

Maaf Jokowi Obati Kekecewaan Koalisi

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 27 Okt 2019 06:43 WIB
Foto: Jokowi saat di acara Hanura. (Lamhot Aritonang/detikcom).
Foto: Jokowi saat di acara Hanura. (Lamhot Aritonang/detikcom).
Jakarta - Ada koalisi yang tak masuk kabinet, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta maaf tak bisa mengakomodasi semua pihak. Pernyataan Jokowi mengobati Hanura yang sempat mengungkap kekecewaannya.

Permintaan maaf Jokowi disampaikan saat menghadiri Musyawarah Besar Pemuda Pancasila (PP) di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (26/10/2019). Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) yang juga hadir dalam acara tersebut.

"Tidak mudah menyusun kabinet yang harus beragam karena memang Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika. Oleh sebab itu, saya sadar mungkin yang senang atau yang gembira karena terwakili dalam kabinet itu hanya 34 orang yang dilantik," kata Jokowi.


Dari koalisi pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin, adalah Hanura, PBB, dan PKPI yang belum mendapat jatah masuk kabinet. Jokowi mengatakan, dalam demokrasi, selalu ada yang terpilih dan tidak terpilih. Pun urusan kabinet yang dinamakan Jokowi sebagai Kabinet Indonesia Maju.

"Itulah meritokrasi, ada yang terpilih, ada yang tidak terpilih karena memang melalui sistem seleksi," katanya

"Jadi saya mohon maaf tidak bisa mengakomodir semuanya karena ruangnya hanya 34," tutur Jokowi.

Meski kadernya sempat mempertanyakan keterwakilan Hanura di kabinet, OSO menyatakan tak mempersoalkan pihaknya tak mendapat jatah di kabinet. Ia menyebut, penyusunan kabinet merupakan hak prerogatif presiden.

"Itu nggak ada masalah, itu hak prerogatif presiden," kata OSO singkat.

Soal kekecewaan Hanura karena tak dapat jatah di kabinet sempat diutarakan oleh Bona Simanjutak selaku wasekjen. Ia menyebut, Hanura sudah berdarah-darah dalam pemenangan Jokowi-Ma'ruf.

Maaf Jokowi Obati Kekecewaan KoalisiFoto: Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO). (Andhika-detikcom)

"Kalau istilah Pak Erick berkeringat, kami berdarah-darah, kalau ingat relawan berkeringat, tapi parpol tidak ada kursi (menteri), tidak hanya kami, Pak Hendropriyono juga menangkan Pak Jokowi," sebut Bona saat diskusi Polemik bertema 'Kabinet Bikin Kaget' di d'Consulate, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (26/10).

Kader Hanura disebutnya banyak yang kecewa karena tidak masuk Kabinet Indonesia Maju. Bona mengatakan, di Pemilu 2019, Hanura lebih fokus memenangkan Jokowi-Ma'ruf sehingga tidak mendapat kursi parlemen DPR RI dan hanya mendapatkan kursi DPRD.

"Berjalannya waktu hanya gerakan cukup masif saat Jokowi berkampanye. Dan tetapi dalam perjalanan kami memang harus berkorban sehingga tak ada lagi kursi di parlemen. Kalau ikhlas, kader belum, kami masih menunggu ke depan masih terus bergulir," jelas dia.

Namun setelah mendengar permintaan maaf Jokowi, Bona menyebut penyusunan kabinet merupakan hak prerogatif presiden. Menurutnya, Jokowi juga tak perlu meminta maaf.

"Sejujurnya tidak perlu minta maaf ya, karena ini hak prerogatif beliau. Jadi ini kebalik bahwa ini bukan hak prerogatif yang harus bagaimana, kayak kemarin Pak Wapres minta maaf, sekarang juga Pak Jokowi sebetulnya tidak perlu minta maaf," tutur Bona.
Selanjutnya
Halaman
1 2