detikNews
Sabtu 26 Oktober 2019, 12:09 WIB

JK Disambut Angngaru, Pj Walkot Makassar: Penghormatan Kembalinya Pahlawan

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
JK Disambut Angngaru, Pj Walkot Makassar: Penghormatan Kembalinya Pahlawan Jusuf Kalla tiba di Makassar. (Noval/detikcom)
Makassar - Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb memimpin penyambutan Jusuf Kalla (JK) di kediamannya. JK disambut dengan tradisi masyarakat angngaru.

"Kita kan (memberikan) penghormatan, penghormatan kembalinya pahlawan, kembalinya orang yang kita rindukan, kita kasih penghormatan resmi semacam aturan penghormatan resmi terakhir beliau balik kampung," kata Iqbal di kediaman JK, Jalan Haji Bau, Kota Makassar, Sabtu (26/10/2019).

Iqbal juga memerintahkan jajaran camat dan lurah di bawahnya menyambut JK. Kembalinya JK ke kampung halaman dapat dimanfaatkan Pemkot Makassar untuk berkonsultasi.




"Kita akan jadikan beliau sebagai tempat untuk memberikan nasihat-nasihat kepada pemerintah Kota Makassar. Alhamdulillah, kan banyak waktu beliau untuk memikirkan Kota Makassar," ujarnya.


JK Disambut Angngaru, Pj Walkot Makassar: Penghormatan Kembalinya PahlawanJusuf Kalla tiba di Makassar (Noval/detikcom)



Menurut Iqbal, JK memiliki kelebihan dalam menggabungkan sosial dengan entrepreneur. Hal tersebut membuat JK banyak berkontribusi dalam pengembangan kota-kota di Indonesia.

"Beliau kan banyak sekali membangun properti di sini untuk mengembangkan kota. Pengembangan kota-kota baru beliau bagus. Itu kita bisa pelajari," jelasnya.

"Artinya, bukan hanya bagi pengendara motor, mobil, tapi juga pejalan kaki, pesepeda, harus diperhatikan semua. Itu pembangunan yang inklusif, infrastrukturnya ya harus dirasakan oleh semua," lanjutnya.





Sebelumnya, JK beserta istri Mufidah Jusuf Kalla sempat disambut tradisi angngaru, yang bermakna sumpah atau ikrar yang diucapkan abdi raja atau rakyat kepada rajanya.

Tradisi ini merupakan budaya masyarakat suku Makassar. Prajurit Kerajaan Gowa zaman dulu sebelum berangkat perang terlebih dahulu harus mengucapkan sumpah setia (angngaru) di depan raja atau yang disebut Sombayya.

Seseorang yang melakukan sumpah aru (sumpah setia/angngaru) melakukannya dengan berlutut di hadapan raja dan posisi badan yang tegap. Dia lalu mengucapkan sumpahnya sambil tangan kanan memegang badik.



Sambutan Hangat Untuk Jusuf Kalla di Kampung Halaman:

[Gambas:Video 20detik]




(nvl/fdn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com