ADVERTISEMENT

Penyebab Jatuhnya Lion Air PK-LQP Diungkap, Ini Kilas Balik Peristiwanya

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 25 Okt 2019 18:13 WIB
Ilustrasi Pesawat Lion Air (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Penyelam gugur saat bantu evakuasi

Namun, dalam perjalanannya, proses pencarian ini juga memakan korban. Seorang penyelam gugur dalam proses pencarian Lion Air. Penyelam itu bernama Syachrul Anto, meninggal pada 2 November 2018. Nyawa Syachrul tak tertolong saat dilarikan ke RSUD Koja. Dia meninggal karena terkena dekompresi.

Sabtu, 10 November 2018, Basarnas menghentikan pencarian. Total ada 196 kantong jenazah yang dievakuasi. Meski begitu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melanjutkan pencarian CVR. Tim Disaster and Victim Identification (DVI) Polri juga terus melakukan identifikasi jenazah korban, hingga 23 November dipastikan yang bisa diidentifikasi ada 125 jenazah korban.

CVR ditemukan

Pada 14 Januari 2019, Cockpit voice recorder (CVR) Lion Air PK-LQP ditemukan di perairan Karawang, Jawa Barat, dalam pencarian oleh tim Satgas KNKT bersama TNI AL. CVR Lion Air ditemukan setelah pencarian selama sepekan.

"Satgas pencarian ini kan memang pimpinannya KNKT. Sudah dibentuk atau diterjunkan dari 8 Januari. Ini hari keenam dan alhamdulillah dari tim penyelaman Angkatan Laut, dalam hal ini Koarmada I, yang terdiri atas Dislambair dan Kopaska berhasil menemukan tadi pagi pukul 9.10 WIB," ujar Kadispen Koarmada I Letkol Laut (P) Agung Nugroho, Senin (14/1/2019).


Agung menyebutkan CVR Lion Air ditemukan di kedalaman 38 meter. Sebab, dasar laut perairan Karawang, menurutnya, tertutup lumpur 8 meter. Tapi saat ini CVR Lion Air sudah diangkat ke permukaan. CVR ini kemudian diselidiki oleh KNKT.

Penyebab Jatuhnya Lion Air PK-LQP Diungkap, Ini Kilas Balik PeristiwanyaCVR Lion Air PK LQP (Dok. Pushidrosal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT