detikNews
2019/10/25 12:45:43 WIB

Ngaku Bendahara Partai, Hilda Bicara soal Perencanaan Gagalkan Pelantikan

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Ngaku Bendahara Partai, Hilda Bicara soal Perencanaan Gagalkan Pelantikan Foto: Hilda Rachman Salamah (Samsuduha Wildansyah)
Jakarta - Seorang wanita bernama Hilda Rachman Salamah (50) ikut ditangkap polisi atas dugaan keterlibatan dalam perencanaan penggagalan pelantikan presiden. Wanita yang mengaku sebagai bendahara di sebuah partai ini dituding mendanai pembuatan 'bom' bola karet.

"(Saya ditangkap) karena mentransfer Rp 400 ribu ke Pak Samsul," kata Hilda dalam wawancara khusus dengan detikcom di Polda Metro Jaya, Selasa (22/10/2019).

Hilda menjelaskan awal mula pertemuannya dengan Samsul Huda--tersangka utama di kasus yang sama--di Masjid Baitul Rahman, Saharjo, Tebet beberapa waktu lalu. Hilda baru sekali-dua kali bertemu saja.

"Pertama kali ketemu waktu pengajian mau buka puasa. Setelah buka puasa pertemuan lagi di sekitar Saharjo, tapi saya nggak ketemu di masjid, di sebelahnya kan ada restoran," katanya.

Hilda diperkenalkan kepada Samsul oleh tersangka Edawati. Edawati juga sering mengikuti pengajian di Masjid Baitul Rahman, Saharjo, Tebet.

Pada saat pertemuan itu, menurut Hilda, Samsul meminta diperkenalkan dengan TS, tokoh partai politik. Samsul meminta dipertemukan dengan TS lantaran tahu posisi Hilda di partai politik tersebut.

"(Saya) wakil ketua bendahara (menyebutkan partai). Jadi banyak orang yang kadang-kadang ngejar saya itu, ya ujung-ujungnya saya dimanfaatkan aja gitu," paparnya.

"Dia minta bantuan uang dan pengen ketemu Mas TS," sambung Hilda.






Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com