Mitra Driver Ditemukan Tewas, Gojek Sampaikan Bela Sungkawa

Mitra Driver Ditemukan Tewas, Gojek Sampaikan Bela Sungkawa

Uji Sukma Medianti - detikNews
Kamis, 24 Okt 2019 21:38 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
Jakarta - Mitra driver GoCar asal Surabaya, Rusdianto (41) ditemukan tewas di Tol Pandaan-Malang. Kini pelakunya sudah diringkuk oleh polisi. Berkenaan dengan kejadian tersebut, Head Regional Corporate Affairs Gojek wilayah Jatim, Bali dan Nusra Alfianto Domy Aji mengungkapkan rasa bela sungkawa.

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya mitra driver Go-Car kami, Rusdianto di daerah Purwasari hari Rabu 23 Oktober 2019 yang lalu," tuturnya dalam keterangan tertulis, Kamis (24/10/2019).

Tim GoCar sudah bergerak cepat ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk melakukan pendampingan saat proses otopsi hingga pemberangkatan jenazah ke kampung halamannya di Ponorogo.

Adapun, Alfianto mengatakan keamanan dan keselamatan mitra merupakan prioritas utama kami di Gojek. Dalam mewujudkan keamanan dan keselamatan, Gojek menjalankan tiga pilar inisiatif.


Pertama pencegahan, yang berfokus pada tindakan meminimalisir risiko yang dilakukan secara berkelanjutan. Kedua perlindungan, salah satu contohnya melalui penyediaan asuransi dan pengembangan fitur keamanan pada aplikasi. Ketiga penanganan yang sigap dan responsif, melalui penyediaan unit darurat khusus yang siaga 24 jam.

Memperkokoh Aspek Keamanan yang Berkelanjutan

Adapun, untuk upaya pencegahan berfokus pada tindakan meminimalisir risiko yang dilakukan secara berkelanjutan. Upaya pencegahan, dilakukan sejak proses yang paling awal, yaitu rekrutmen mitra.

Di mana Gojek mewajibkan calon mitra driver untuk melengkapi dirinya dengan* SKCK serta menerapkan syarat minimal usia dan kondisi kendaraan yang layak saat pertama kali mendaftar.

Selanjutnya, Gojek juga senantiasa melakukan sosialisasi Kode Etik Mitra yang wajib ditaati oleh mitra driver Gojek untuk memastikan tersedianya ekosistem layanan yang aman untuk seluruh pihak.

Keterandalan mitra driver juga terus dijaga dan ditingkatkan dengan menjalankan berbagai program edukasi mencakup topik keselamatan berkendara, pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan, termasuk pencegahan kekerasan seksual.

Dalam melakukan proses edukasi, Gojek didukung oleh mitra-mitra terbaik, pakar di bidangnya masing-masing. Seperti Rifat Drivers Lab, Hollaback! Jakarta, Palang Merah Indonesia serta Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Masih termasuk dalam pilar pencegahan, Gojek memperkenalkan fitur pengingat untuk beristirahat pada aplikasi mitra driver. Di mana mitra driver akan mendapat pemberitahuan setelah bekerja selama 8 atau 12 jam, untuk mencegah keletihan.


Pilar selanjutnya yakni perlindungan, dijalankan untuk memastikan pengguna senantiasa merasa tenang dan nyaman saat mengakses layanan Gojek. Salah satu wujud pilar perlindungan adalah melalui penyediaan asuransi dan pengembangan fitur keamanan pada aplikasi.

Perlindungan asuransi bagi layanan GoCar, diberikan dengan menggandeng Jasa Raharja. Sementara untuk layanan Go-Ride, Gojek menggandeng Allianz yang didukung oleh Pasar Polis.

Terkait fitur keamanan, pada aplikasi Gojek, telah tersedia fitur Tombol Darurat dan Bagikan Perjalanan. Melalui fitur-fitur ini, Gojek dapat merespons dengan cepat laporan darurat yang dibuat sekaligus memungkinkan pengguna untuk membagikan informasi perjalanan kepada kerabat mereka. Lebih lanjut, aplikasi mitra driver GoCar kini juga dilengkapi fitur pengingat untuk beristirahat.

Sementara untuk penanganan yang sigap dan responsif, Gojek menyediakan unit darurat khusus yang siaga 24 jam, sehingga sigap merespon laporan dan memberikan bantuan bagi korban. Dalam menangani kasus, unit darurat khusus juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menawarkan bantuan yang menyeluruh mulai dari penelusuran laporan, tindakan medis, pemeriksaan fisik, pemulihan psikis dan trauma, hingga pendampingan hukum.


(ujm/mul)