detikNews
2019/10/24 13:40:42 WIB

Tentang 'Bom' Bola Karet yang Disiapkan untuk Gagalkan Pelantikan Presiden

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Tentang Bom Bola Karet yang Disiapkan untuk Gagalkan Pelantikan Presiden Polisi memamerkan 'bom' bola karet. (Samsuduha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Samsul Huda mengotaki perencanaan untuk menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden yang digelar pada 20 Oktober lalu. Pria yang mengaku sebagai pengacara itu merencanakan upaya menggagalkan pelantikan presiden dengan melemparkan 'bom' bola karet dengan pelontar ketapel.

Dalam wawancara eksklusif dengan detikcom di Polda Metro Jaya pada Selasa (22/10/2019), Samsul mengungkapkan bahwa rencana itu adalah idenya sendiri. Ia mengaku tidak mendapatkan perintah dari seseorang dalam perencanaan tersebut.

"Sebetulnya perencanaan matangnya tanggal 12 Oktober, karena 24-25 September itu masih dalam ide. Ide itu saya sampaikan ke kawan saya, Pepep," kata Samsul.

Menurut Samsul, dia terbersit untuk membuat 'bom' bola karet setelah melihat serangkaian aksi yang berakhir ricuh. Samsul merasa perlu membalas polisi yang menembakkan gas air mata ke pedemo.

"Karena lihat banyaknya gas air mata yang gencar ke mahasiswa," katanya.

Samsul sendiri tidak memiliki latar belakang untuk merakit 'bom'. Samsul memiliki ide membuat peluru bola karet itu karena pernah menjadi pecinta alam.

"Saya dulu aktif di pencinta alam, saya sering latihan survival mungkin itu yang punya ide itu. Kalau untuk gotri yang nyari Pepep, saya hanya kasih uang ke dia," tuturnya.

Samsul awalnya memesan 100 buah ketapel kepada tersangkaRiski. Namun kemudian hanya 22 buah ketapel yang diambilnya.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com