detikNews
Kamis 24 Oktober 2019, 11:24 WIB

Warga Jatinegara Penyebar Hoax Gempa Jakarta 8,9 SR Dibui 1 Tahun

Andi Saputra - detikNews
Warga Jatinegara Penyebar Hoax Gempa Jakarta 8,9 SR Dibui 1 Tahun Ilustrasi (Foto: dok. Thinkstock)
Jakarta - Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta menghukum warga Jatinegara, Jakarta Timur, Dhany Ramadhany (38), selama 1 tahun penjara. Dhany dinilai bersalah menyebarkan berita bohong lewat Facebook soal gempa Lombok.

Kasus bermula saat Dhany menulis di wall Facebook-nya pada 1 Oktober 2018 sore. Ia menulis:

Lombok dalam sehari ini sudah dilanda Gempa sebanyak 3x dengan kekuatan 6,5 - 6,0 - 7,0 SR jika Gempa berkelanjutan hingga besok maka perkiraan BMKG mengenai MEGATHRUST Pulau Jawa sangat mungkin terjadi khsusnya Jakarta yg diperkirakan besarnya mencapai 8,9SR.

Hati2...selalu waspada, siapkan surat2 dan segala yg penting dalam satu tas...bila terjadi gempa segera keluar dari bangunan kearah lapangan, kalau gak sempat lgsg diem dibawah meja..


Posting-an itu membuat geger dan menjadi viral. Polri kemudian melacak dan menangkap Dhany. Mau tidak mau, Dhany harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja hijau.

Pada 20 Juni 2019, PN Jaktim menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara kepada Dhany. PN Jaktim menyatakan Dhany terbukti bersalah menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, sedangkan ia patut menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong.


Atas vonis itu, Dhany mengajukan banding. Apa kata majelis tinggi?

"Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor 270/Pid.Sus/2019/PN.Jkt. Tim., tanggal 20 Juni 2019, yang dimintakan banding tersebut," demikian putus PT Jakarta sebagaimana dilansir di website-nya, Kamis (24/10/2019).

Duduk sebagai ketua majelis Heru Iriani dengan anggota M Zubaidi dan Sri Andini. Majelis tinggi sependapat dengan PN Jaktim soal kesalahan Dhany.

"Berita yang disebarkannya dapat meresahkan masyarakat/dapat menimbulkan keonaran, padahal terdakwa seharusnya dapat menyangka bahwa berita tersebut adalah bohong," ujar Heru Idiani.




Tonton juga video Bahaya 'Deepfake' Buat Potensi Hoax Makin Merajalela:

[Gambas:Video 20detik]




(asp/rvk)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com