detikNews
2019/10/24 10:26:02 WIB

Kompolnas Curigai IPW Dapat 'Pesanan' soal Serangan ke Komjen Idham Aziz

Audrey Santoso - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kompolnas Curigai IPW Dapat Pesanan soal Serangan ke Komjen Idham Aziz Kabareskrim Komjen Idham Azis (Eva Safitri/detikcom)
Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) curiga pernyataan pers yang disiarkan Indonesia Police Watch (IPW) sarat 'pesanan' dari pihak yang tidak suka dengan pencalonan Kabareskrim Komjen Idham Azis sebagai calon tunggal Kapolri. Pernyataan IPW yang dimaksud adalah meminta DPR menolak Idham Azis sebagai Kapolri karena dianggap cacat administrasi.

IPW mengaku merujuk pada ketentuan Kompolnas mengenai masa dinas calon Kapolri minimal dua tahun, sementara masa dinas Idham kurang dari dua tahun. Komisioner Kompolnas Andrea H Poeloengan menegaskan pihaknya tak pernah menerbitkan aturan atau ketentuan soal syarat menjadi Kapolri.

"Kompolnas tidak pernah mengeluarkan aturan apapun mengenai persyaratan menjadi Kapolri. Terus terang saya mencurigai apakah ada 'pesanan' dari pihak tertentu dalam mengkritisi masa bakti dari calon Kapolri, Komjen Idham Azis, sehingga tudingan ketidaklayakan dilayangkan tanpa dasar," ujar Andrea melalui keterangan tertulis, Kamis (24/10/2019).


Andrea menilai penunjukan Komjen Idham Azis sebagai calon tunggal Kapolri, menggantikan Jenderal (Purn) Tito Karnavian, adalah wujud roda regenerasi bergerak di tubuh Polri. Untuk diketahui, Tito merupakan alumni Akabri angkatan 1987, sementara Komjen Idham Azis alumni Akabri angkatan 1988.

"Secara filosofis serta sosiologis, dengan tidak mencalonkan Pati (perwira tinggi) yang satu angkatan/letting dengan Kapolri (Tito) adalah kebijakan yang sangat reformis, karena saya pandang sebagai konsistensi dalam menjaga roda perputaran regenerasi angkatan/letting dalam tubuh Polri," kata Andrea.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com