detikNews
2019/10/24 09:21:44 WIB

Round-Up

PBNU Ungkap Kiai Protes Menag Pilihan Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
PBNU Ungkap Kiai Protes Menag Pilihan Jokowi Foto: Menteri Agama Fachrul Razi. (Antara Foto)
Jakarta - Penunjukan Jenderal (Purn) Fachrul Razi jadi menteri agama (menag) di Kabinet Indonesia Maju menuai kritik. PBNU menyebut para kiai memprotes pilihan Presiden Jokowi tersebut.

Jokowi resmi mengenalkan dan melantik Fachrul Razi sebagai menag kemarin. Jokowi meminta Fachrul berfokus mengurusi radikalisme di Indonesia.

"Ke-9 Bapak Jenderal Fachrul Razi sebagai menteri agama. Ini urusan (Menag) berkaitan dengan radikalisme, ekonomi umat, industri halal saya kira, dan terutama haji berada di bawah beliau," ujar Jokowi saat mengenalkan Menteri Indonesia Maju di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

PBNU mengatakan penunjukan Fachrul Razi ini menuai kekecewaan dari kiai-kiai. Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU KH Robikin Emhas mengaku mendapat banyak pertanyaan dari kiai.

"Saya dan pengurus lainnya banyak mendapat pertanyaan terkait menteri agama. Selain pertanyaan, banyak kiai dari berbagai daerah yang menyatakan kekecewaannya dengan nada protes," kata Robikin dalam keterangan tertulis, Rabu (23/10).


Robikin menuturkan para kiai paham kemenag harus berada di garda depan dalam mengatasi radikalisme berbasis agama. Tapi, keputusan Jokowi memilih Fachrul Razi dipertanyakan kiai.

"Namun para kiai tak habis mengerti terhadap pilihan yang ada," ujarnya.

Dia melanjutkan, para kiai sudah lama merisaukan fenomena pendangkalan pemahaman agama yang ditandai merebaknya sikap intoleran. Lebih tragis lagi, bahkan sikap ekstrem dengan mengatasnamakan agama.

"Semua di luar kelompoknya kafir dan halal darahnya. Teror adalah di antara ujung pemahaman keagamaan yang keliru seperti ini," ucapnya.

NU sudah lama mengingatkan bahaya radikalisme. Bahkan, NU sudah menyebut Indonesia darurat radikalisme.

"Karena kondisi dan daya destruksi yang diakibatkan, secara kelembagaan jauh waktu NU tegas mengingatkan bahaya radikalisme itu. Bahkan NU menyatakan Indonesia sudah kategori darurat radikalisme, di samping darurat narkoba dan LGBT," ujarnya.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com