detikNews
Kamis 24 Oktober 2019, 06:16 WIB

Jenderal TNI-Polri di Kabinet, Pengamat Sebut Jokowi Butuh 'Rasa' Secure

Tsarina Maharani - detikNews
Jenderal TNI-Polri di Kabinet, Pengamat Sebut Jokowi Butuh Rasa Secure Foto Agus Pambagio/Ari Saputra
Jakarta - Setidaknya ada enam jenderal dari TNI dan Polri yang mengisi kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) di periode kedua. Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio mengatakan Jokowi terlihat membutuhkan 'rasa' aman di pemerintahannya kali ini melalui penunjukkan para jenderal tersebut.

Agus mengatakan tentu Jokowi memiliki agenda dan target tersendiri di periode 2019-2024. Menurut dia, salah satu agenda yang cukup penting di periode Jokowi kali ini adalah Pilkada 2020 yang digelar serentak di sejumlah daerah.

"Tentu punya targetnya sendiri karena kita punya problem dengan Islam kanan yang ramai, tentu perlu secure. Tahun depan kan sudah pilkada. Mendagri harus tegas. Saya kira banyak hal-hal yang mungkin ya saya nggak tahu latar belakang Pak Jokowi, tapi ya untuk secure saja," kata Agus saat dihubungi, Kamis (23/10/2019).


Ia menilai tidak ada masalah dengan penunjukan sosok berlatar belakang TNI/Polri untuk masuk kabinet. Menurut Agus, selama keseimbangan di kabinet terjaga baik, maka tidak susah bagi Jokowi untuk menjalankan roda pemerintahan.

Lantas, apakah susunan kabinet Jokowi saat ini sudah seimbang?

"Itu tergantung Pak Jokowi. Kan saya tidak tahu kemampuan masing-masing. Sebagian besar saya kenal baik. Tapi kan kita tdk bisa men-judge orang dari kulitnya," tuturnya.

Selain soal keseimbangan politik di kabinet, Agus berbicara soal kriteria yang mesti ada dalam sosok tiap menteri. Agus mengatakan kriteria-kriteria ini wajib dimiliki jika Jokowi mau bekerja cepat.

"Yang jelas semoga Pak Jokowi pakai modal ini, satu, dia harus punya integritas karena kita harus pertahankan Pancasila. Dua, orang itu punya leadership. Tiga, orang itu quick learner, kalau nggak habis waktunya. Di periode pertama banyak yang tidak cepat belajar, jadi tidak ada kemajuan di sektornya. Empat, dia sudah kenyang. Artinya, dia hanya bekerja dan tidak cari macam-macam menyelesaikan tugas yang diberikan presiden," kata dia.


Selanjutnya, baik-buruknya kinerja para menteri juga dinilai Agus bergantung pada kepemimpinan Jokowi. Ia menuturkan rekam jejak seseorang belum tentu bisa mendefinisikan kinerja orang tersebut, jika Jokowi tidak mampu memainkan peran yang baik sebagai presiden.

"Semua tergantung kepada leader, gimana Pak Jokowi memainkan peran sebagai presiden. Saya tidak bisa bilang ini track record jelek, ya mungkin di sini bisa bagus. Makanya kita pastikan Pak Jokowi mengukur itu seperti yang saya sampaikan. Bisa jalan siapa pun orangnya. Track record tentu ada, itu pertimbangan kemudian," ujar Agus.


Presiden Jokowi telah resmi melantik menteri-menteri yang akan membantunya di kabinet. Komposisi kabinet baru ini masih diisi oleh beberapa jenderal TNI dan Polri.

Para jenderal ini diberi tugas mengurusi agama hingga investasi. Mereka di antaranya adalah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Agama Fachrul Razi, dan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan.




Cerita Tito Karnavian Ketika Tanggalkan Baju Polri:

[Gambas:Video 20detik]




(tsa/ibh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com