detikNews
2019/10/23 22:10:02 WIB

Jurnalis di Kendari Diintimidasi Saat Liput Demo, Polisi Minta Maaf

Siti Harlina - detikNews
Halaman 1 dari 3
Jurnalis di Kendari Diintimidasi Saat Liput Demo, Polisi Minta Maaf Demo di depan Mapolda Sultra, 22 Oktober 2019 (Sitti/detikcom)
Kendari - Sembilan jurnalis di Kota Kendari mendapatkan intimidasi dari pihak kepolisian saat melakukan peliputan aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sultra. Ponsel mereka ada yang diambil petugas dan gambarnya dihapus

Kesembilan jurnalis yang mendapatkan intimidasi adalah Ancha, Ronald Fajar, Pandi, Jumdin, Mukhtaruddin, Muhammad Harianto, Fadli Aksar, Kasman, dan Wiwid Abid Abadi. Fadli Aksar mengaku mendapatkan intimidasi secara verbal saat melintas ingin memasuki Mapolda Sultra.

"Ada mahasiswa yang diamankan di Provos. Saya bersama Wiwid jalan menuju ke Provos untuk melihat mahasiswa yang diamankan. Di tengah jalan ada pasukan (Brimob). Ketika lewat melintas, kami tetap dibukakan jalan, tapi di samping kiri-kanan ada yang bilang hati-hati bikin berita, sambil memukulkan pentungan ke tamengnya," terang Fadli kepada detikcom, Rabu (23/10/2019).



Sedangkan jurnalis Ronald Fajar mengaku dipaksa menghapus gambar yang sudah diambilnya karena diancam. Dia mengatakan didatangi petugas dan diancam menghapus foto di ponselnya.

"Saya didatangi dan disuruh hapus gambar yang sudah saya ambil. HP saya diambil. Karena merasa terancam, saya terpaksa menghapus gambar yang sudah saya ambil," katanya.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com