detikNews
Rabu 23 Oktober 2019, 18:13 WIB

HNW Minta Para Pemuda Contoh Kepemimpinan dalam Alquran

Yakob Arfin Tyas Sasongko - detikNews
HNW Minta Para Pemuda Contoh Kepemimpinan dalam Alquran Foto: MPR
Jakarta -

Menanggapi masalah kepemimpinan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan pemimpin tidak bisa datang atau terbentuk secara tiba-tiba. Menurutnya, pemimpin harus melalui proses, kaderisasi.

Proses yang ada dimulai sejak anak-anak, sekolah, organisasi, dan kursus-kursus seperti Tahfizh Leadership. Ia mengungkapkan globalisasi merupakan salah satu tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia.

"Dalam globalisasi, dunia seolah menjadi tanpa batas", kata Hidayat dalam keterangan tertulis, Rabu (23/10/2019)

Untuk mengatasi hal tersebut, ia menilai perlunya penguasaan terhadap bahasa-bahasa internasional. Dalam kesempatannya bertemu 12 Santri Kubik Tahfizh Leadership, di Komplek Gedung MPR/DPR/DPRD, ia merasa bangga sebab himpunan anak muda dari berbagai latar dan daerah itu cinta Alquran dan menjadikan kita suci umat Islam sebagai pedoman dalam kehidupan dan leadership, kepemimpinan. Dia pun meminta para santri untuk memaksimalkan organisasi tersebut.

Lebih lanjut Hidayat mengatakan manusia tak bisa hidup sendiri. Untuk itu diharapkan mereka menjalin silaturahmi, pertautan, dengan berbagai pihak termasuk dalam dunia internasional. Bergaul dengan beragam orang yang latarnya berbeda akan menjadi bagus bila dibiasakan.

Dengan pergaulan dalam keberagaman, menurutnya kita akan mengetahui karakter masing-masing orang sehingga dari sinilah kita yang akan menjadi pemimpin bisa memahami orang yang dipimpin.

Hidayat pun menegaskan dalam Alquran juga diajarkan mengenai kepemimpinan. Ia mengandaikan bila pemimpin diibaratkan sebagai imam, imam harus tahu kondisi makmumnya.

"Imam yang baik pun juga harus siap menjadi makmum," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Badan Wakaf Pondok Pesantren Gontor itu juga mencontohkan para ulama pendiri bangsa. Dengan menjadikan Alquran sebagai pedoman, para ulama berjuang untuk membebaskan Indonesia dari penjajahan. Pemimpin pun harus berani tampil ke depan sehingga bisa menjadi teladan.

Ditegaskan pula, pemimpin harus bisa mempersiapkan pertanggungjawaban sehingga dalam melakukan kinerja melakukan terbaik.

Dalam kesempatan tersebut salah satu santri Tahfizh Leadership Achmad Jamalulael mengatakan bahwa wadah ini tidak sekadar untuk menghafal Alquran namun juga sarana bagi mereka untuk melatih kepemimpinan. Mereka di sana dididik selama 8 bulan.

"Selepas dikader di sini, kita harapkan anggota bisa membuka cabang di daerah masing-masing," kata Achmad.


Simak juga video "Bamsoet ke Menteri Terpilih: Kerja Lebih Keras Agar Presiden Tak Dikritik" :

[Gambas:Video 20detik]




(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com