detikNews
Rabu 23 Oktober 2019, 16:55 WIB

Ratusan Mahasiswa IAIN Purwokerto Belajar Soal Fungsi & Tugas MPR

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Ratusan Mahasiswa IAIN Purwokerto Belajar Soal Fungsi & Tugas MPR Foto: MPR RI
Jakarta - Setjen MPR Ma'ruf Cahyono menerima ratusan mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Purwokerto. Tak hanya sendiri, Ma'ruf juga ditemani oleh Kabiro Humas Siti Fauziah, dan Kabag Pemberitaan, Hulembaga, dan Informasi Mohammad Jaya. Penerimaan delegasi dilakukan di GBHN Lantai 2, Gedung Nusantara V, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD Jakarta.

Adapun, delegasi yang dipimpin oleh Ahmad Sidiq itu selain untuk bersilaturahmi juga untuk menambah wawasan akademik mereka. Ia berharap kedatangannya bisa membawa manfaat bagi kampus yang berada di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah itu.

Dalam pertemuan tersebut, Ma'ruf Cahyono memaparkan kedudukan lembaga-lembaga negara yang ada dalam konstitusi. Di antaranya seperti MPR, Presiden, DPR, DPD, MA, BPK, selepas UUD Tahun 1945 berbeda dengan sebelum UUD diamandemen.

"Dulu ada istilah lembaga tertinggi dan lembaga tinggi. MPR tak seperti dahulu lagi," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (23/10/2019).



Selepas UUD diamandemen,lembaga-lembaga negara menjadi setara. Membedakan lembaga-lembaga negara itu menurutnya adalah fungsi Setjen MPR. Fungsi yang ada dicontohkan seperti DPR berfungsi membuat undang-undang.

Dalam masalah fungsi, sistem tata negara menghendaki tak ada duplikasi. Mengetahui fungsi masing-masing lembaga negara inilah yang menurutnya merupakan inti dasar bila ingin belajar tata negara.

Terkait MPR, Ma'ruf menyebut bahwa lembaga negara ini sekarang memiliki 10 pimpinan. Sepuluh pimpinan menurutnya diatur dalam UU Tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). Sepuluh pimpinan itu mempunyai tugas masing-masing, seperti tugas Sosialisasi Empat Pilar, kajian tata negara dan konstitusi, peninjauan Ketetapan MPR, dan penyerapan aspirasi masyarakat.

"Supaya lembaga negara ini mempunyai kinerja maksimal dan mampu merespon dinamika masyarakat," ujarnya.

Adapun, anggota MPR periode 2019-2024 telah bertambah. MPR dikatakan mempunyai alat kelengkapan yakni Badan Sosial, Badan Pengkajian, Badan Anggaran, dan Komisi Kajian Konstitusi. Lembaga itu ada menjalankan amanat UUD, undang-undang, dan peraturan tata tertib.



"Supaya tugasnya konstitusional. Badan-badan itu ada yang bertugas menjalankan Sosialisasi Empat Pilar, melakukan kajian tata negara, dan penganggaran," ucapnya.

Ia menyampaikan kepada mahasiswa yang berjaket hijau tersebut bahwa proses atau dinamika konstitusi itu berputar. Saat ini dalam konstitusi tidak ada pasal yang menyebut mengenai haluan negara dan tidak adanya utusan golongan di MPR.

"Hal demikian sekarang ingin dihidupkan atau diadakan kembali," ungkapnya.

Kabiro Humas Siti Fauziah dalam kesempatan yang sama memberi gambaran mengenai hal-hal yang ada di Komplek Parlemen seperti mengenai Gedung Nusantara. Disampaikan kepada mereka, MPR selama ini melakukan Sosialisasi Empat Pilar dengan berbagai macam metoda seperti lewat training of trainers, focus group of discussion, lomba cerdas cermat, legal drafting, debat konstitusi, outbound, seni dan budaya, bahkan lewat ceramah-ceramah tokoh agama.

"Kita melakukan sosialisasi lewat pertunjukan wayang dan seni budaya daerah lainnya," pungkasnya.


Simak juga video "Bamsoet ke Menteri Terpilih: Kerja Lebih Keras Agar Presiden Tak Dikritik" :

[Gambas:Video 20detik]


(ujm/ujm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com