Soal Perwakilan Papua di Kabinet, Istana: Jokowi Tak Pikirkan Perbedaan Suku

Soal Perwakilan Papua di Kabinet, Istana: Jokowi Tak Pikirkan Perbedaan Suku

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 23 Okt 2019 12:42 WIB
Presiden Jokowi (Rengga Sancaya/detikcom)
Presiden Jokowi (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Kurang mencoloknya perwakilan dari Papua di Kabinet Indonesia Maju menjadi perhatian publik. Istana menyebut Presiden Joko Widodo tak lagi memikirkan soal masalah suku ataupun RAS untuk urusan kabinetnya.

"Sekali lagi akan dinyatakan oleh Pak Jokowi mengatakan bahwa tidak lagi kita memikirkan tentang perbedaan, baik suku, agama, ras, dan segala macam," ujar juru bicara Jokowi, Fadjroel Rachman, di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019).


Kabinet Indonesia Maju disebutnya sebagai wajah Indonesia. Tanpa melihat suku dan ras, kata Fadjroel, mereka adalah putra-putri terbaik Indonesia.

"Ini adalah wajah Indonesia, mereka adalah putra putri terbaik Indonesia tanpa harus melihat dari mana asal mereka," tuturnya.

Untuk diketahui, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia berasal dari Papua. Meski lahir di Maluku, ia menegaskan merupakan keturunan Papua dan pernah tinggal di Bumi Cenderawasih.

"Saya dari Fakfak, Papua Barat. Saya lahir di Maluku, tapi ayah saya dari sana (Fakfak). Dan, masak, sampai hari ini kita masih bicara dikotomi? Kapan negara mau maju?" kata Bahlil.

Soal Perwakilan Papua di Kabinet, Istana: Jokowi Tak Pikirkan Perbedaan SukuFadjroel Rahman (Ari Saputra/detikcom)

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi memastikan akan ada putra-putri Papua yang menduduki jabatan menteri di kabinet periode 2019-2024. Hal tersebut ia katakan sebelum dilantik sebagai presiden periode kedua.

"Saya pastikan ada. Saya pastikan ada," ungkap Jokowi menjawab pertanyaan apakah ada masyarakat Papua yang masuk kabinet, seperti Yohana Yembise, yang menjabat Menteri PPPA 2014-2019, Jumat (11/10). (elz/fjp)