detikNews
2019/10/22 23:03:37 WIB

Gerindra Masuk Koalisi, NasDem: Kabinet Sukses Butuh Soliditas Nasional

Rolando F Sihombing - detikNews
Halaman 1 dari 1
Gerindra Masuk Koalisi, NasDem: Kabinet Sukses Butuh Soliditas Nasional Foto: Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Waketum Gerindra Edhy Prabowo disebut akan menjadi menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi). Partai NasDem menilai hal tersebut bukan sekadar bagi-bagi kursi.

"Itu putusan hak prerogatif Presiden. Seperti yang tadi NasDem bilang, sebagai bangsa kita ini solid. Ini lebih dari bagi-bagi kursi kabinet," kata Sekjen NasDem, Johnny G Plate, di Kantor DPP NasDem, Jalan RM Soeroso, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2019).


"Kalo kita bisa membangun soliditas nasional yang kuat, untuk NasDem, itulah yang akan mendorong kesuksesan kabinet," sambung Johnny.

Dia lalu menjelaskan sistem presidensial dan parlementer dalam satu pemerintahan. Menurutnya, di Indonesia tak bisa melihat roda pemerintah dalam kaca mata sistem parlementer.

"Kalau bagi-bagi itu di sistem presidensial ini, itu bukan hal baru. Berbeda ya, jangan melihat model sistem parlementer. Di sistem parlementer yang menang membentuk kabinet. Yang kalah membentuk kabinet bayangan, yang menang mempunyai para menteri, yang kalah mempunyai menteri bayangan yang bekerja mengkritisi kebijakan para menteri," ujar Johnny.


Namun lalu dia mengingatkan tetap perlu ada check and balance. Johnny mengatakan NasDem siap memainkan peran sebagai mitra kritis konstruktif bagi pemerintah agar kebijakan pemerintah tetap baik untuk masyarakat.

"Hanya tentu di satu sisi kita harus menjaga check and balance yg efektif, makanya Nasdem selalu mengingatkan kalau kekuatan pemerintah dan perlemen itu ada unsur check and balance yang konstruktif maka Nasdem akan memainkan peran check and balance yang konstruktif karena apa? Itu bertujuan agak kebijakan yang dihasilkan pemerintah itu baik untuk rakyatnya," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memanggil Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo pada Senin (21/10) kemarin. Prabowo memgatakan dia diminta Jokowi untuk membantu di bidang pertahanan. Sementara soal posisi Edhy Prabowo santer terdengar kabar akan dijadikan Menteri Kelautan dan Perikanan.
(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com