Kolam Kabinet Jokowi Terlalu Kecil Jadi Sebab Rekonsiliasi Terbatas?

Deden Gunawan - detikNews
Selasa, 22 Okt 2019 21:15 WIB
Foto ilustrasi: Jokowi berada di dekat kolam. (Agus Suparto/detikcom)
Foto ilustrasi: Jokowi berada di dekat kolam. (Agus Suparto/detikcom)

Informasi tersebut salah satunya dilontarkan Fahri Hamzah, mantan Ketua DPR RI yang kini aktif di Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi). "Saya dengar ada partai yang mau masuk tapi ditolak, partai apakah itu?" Demikian cuitan Fahri yang diunggah satu hari lalu. Sayangnya Fahri tidak menyebut siapa partai yang dimaksud.

Fahri juga menuliskan cuitan, "Sekitar 4 tahun lalu ada partai mendekati presiden untuk masuk kabinet, lalu menganggap presiden mensyaratkan penyingkiran orang kritis. Jadilah aku korban, dipecat tanpa dasar."



Berdasarkan informasi yang beredar, partai yang coba merapat namun ditolak adalah PKS. Namun politisi PKS Mardani Ali Sera saat dikonfirmasi detikcom menampik kabar partainya berupaya masuk ke barisan Jokowi.

"PKS Istiqomah di #KamiOposisi," ujar Mardani yang juga Ketua DPP PKS lewat pesan WhatsSApp.

Sedangkan Demokrat dan PAN yang sejak jauh-jauh hari mulai mendekat ke Jokowi masih berupaya menunggu jawaban. Sekali pun sampai saat ini belum ada titik terang apakah mereka bakal dirangkul atau tidak.



"Ini kan kegiatan Presiden, saatnya sebagai rakyat menonton. Karena kegiatan ini belum berakhir, kami menunggu saja," kata Wasekjen Demokrat Andi Arief saat dikonfirmasi. Andi Arief juga menegaskan Demokrat tetap akan mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf meski nantinya tidak mendapat posisi menteri.

"Posisi Demokrat itu jelas. Pertama, mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf meski tak dapat posisi menteri. Kedua, percaya dan hormat dengan menteri pilihan Pak Jokowi. Karena posisi itu, semua kader Demokrat melaksanakan aktivitas biasa sambil menghormati proses yang berlangsung," kata Andi Arief.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4