detikNews
Selasa 22 Oktober 2019, 17:50 WIB

Hari Santri, Wali Kota Hendi Dorong Pemuda Jadi Generasi Emas 2045

Yakob Arfin - detikNews
Hari Santri, Wali Kota Hendi Dorong Pemuda Jadi Generasi Emas 2045 Foto: Pemkot Semarang
Jakarta - Kesetaraan bagi seluruh santri digaungkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pada upacara peringatan Hari Santri tingkat kota Semarang yang dilaksanakan di Halaman Balai Kota. Hendi mengungkapkan pemerintah telah memberikan pengakuan terhadap eksistensi para santri.

Tak hanya menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional setiap tahunnya, pemerintah melalui UU Pesantren juga memberikan kesetaraan bagi santri lulusan pondok pesantren dengan siswa-siswi lembaga pendidikan formal.

"Terkait kesetaraan lulusan pondok pesantren yang selama ini sering menjadi perdebatan, Alhamdulillah dengan adanya undang-undang, pondok pesantren ini mendapat pengakuan resmi disetarakan dengan lembaga pendidikan formal lainnya," kata Hendi dalam keterangan tertulis, Selasa (22/10/2019).


Karenanya, lanjut Hendi, para santri tidak boleh dianaktirikan dan harus diberi kesempatan yang sama dengan lulusan lembaga pendidikan formal lain. Hendi menilai para santri justru memiliki kelebihan yakni di sisi akhlak, keimanan dan ilmu agama.

Hendi juga berpesan agar para pemuda dan khususnya para santri untuk mewujudkan generasi emas Indonesia 2045 mendatang.

"Anak muda harus mengisi dirinya dengan berbagai hal positif, bekali diri dengan berbagai ilmu ketrampilan sebagai investasi masa depan," tukasnya.

Pemerintah Kota Semarang juga terus melakukan berbagai upaya dan kebijakan untuk mendorong para siswa dan santri berkarya dan berprestasi. Di antaranya, dengan memberikan berbagai pelatihan, pendampingan serta pemberian beasiswa dan bonus penghargaan bagi siswa dan santri berprestasi.


Sebagaimana yang diungakapkan Menteri Agama RI, Hari Santri Nasional ditetapkan Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 setiap tanggal 22 Oktober. Hal ini merujuk pada tercetusnya "Resolusi Jihad" yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik pada 10 November 1945 yang diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Peringatan Hari Santri 2019 kali ini, mengusung tema "Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia". Lewat tema ini, diharapkan pondok pesantren dapat menjadi laboratorium perdamaian, menyemai ajaran Islam rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama.


Simak juga video "Peringati Hari Santri, Jemaah NU Baca 1 Miliar Sholawat Nariyah" :

[Gambas:Video 20detik]


(akn/mul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com