Wujudkan Layanan Ramah Anak & Perempuan, Gojek Dipuji Menteri PPPA

Wujudkan Layanan Ramah Anak & Perempuan, Gojek Dipuji Menteri PPPA

Yakob Arfin Tyas Sasongko - detikNews
Selasa, 22 Okt 2019 16:39 WIB
Foto: Gojek
Foto: Gojek
Jakarta -

Gojek menjadi layanan on-demand pertama di Indonesia yang menghadirkan layanan yang aman bagi perempuan dan ramah anak. Bekerja sama dengan KPPPA, Gojek terus menghadirkan keamanan dan keselamatan bagi seluruh penggunanya melalui inovasi teknologi, edukasi dan pelatihan, serta penanganan yang sigap.

Kerja sama Gojek dan KPPPA meliputi bidang pemberdayaan perempuan Indonesia melalui pelatihan berbisnis dengan pemanfaatan teknologi.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengapresiasi langkah Gojek mempelopori standar keamanan dan keselamatan bagi perempuan dan anak.

"Kami mengapresiasi langkah Gojek sebagai pelopor dan pemimpin yang meningkatkan standar pada keamanan dan keselamatan bagi perempuan dan anak, serta pemberdayaan di industri teknologi on-demand," kata Yohana dalam keterangan tertulis, Selasa (22/10/2019).


Yohana menambahkan dengan terbukanya akses bagi perempuan untuk dapat dengan mudah memanfaatkan teknologi guna mendapatkan penghasilan, berkarya, serta meningkatkan keterampilan dan produktivitas, tentu membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Sementara itu, dengan layanan Gojek yang aman, akan ada lebih banyak ruang publik yang semakin ramah bagi perempuan dan anak," kata Yohana.

Sementara itu Chief Public Policy and Government Relations Gojek Shinto Nugroho mengungkapkan sejak awal Gojek berdiri selalu mengedepankan keselamatan dan keamanan dan memprioritaskan pemberdayaan perempuan.

"Sebagai platform teknologi, Gojek telah membantu membuka akses bagi jutaan perempuan Indonesia untuk berperan aktif dalam ekonomi digital, baik sebagai pelanggan, mitra, merchant, maupun penyedia jasa," ungkap Shinto.


Shinto menambahkan, kesamaan visi tersebut mendasari kolaborasi Gojek dengan KPPPA untuk semakin mengukuhkan komitmen tersebut.

"Melalui teknologi kami, perempuan bisa menghasilkan pendapatan lebih dan berkesempatan untuk menjadi mandiri secara finansial dengan memanfaatkan berbagai layanan yang ada dalam ekosistem Gojek seperti menjadi mitra GoRide, GoCar, GoLife dan GoFood. Dengan teknologi kami, para perempuan bisa punya akses yang lebih luas untuk berpartisipasi di bidang ekonomi," tambah Shinto.

Pada prinsipnya, Gojek memiliki tiga pilar keamanan di setiap lini layanannya yakni pencegahan, perlindungan serta penanganan yang sigap dan responsif.

Di tahun 2019 Gojek juga meluncurkan beberapa program dan inisiatif lainnya yang berfokus pada keamanan dan keselamatan, khususnya edukasi pencegahan antikekerasan seksual bagi para mitra dengan organisasi internasional Hollaback!

Selain itu pengembangan fitur Emergency Button (tombol darurat) dan fitur Share My Trip (bagikan perjalanan) pada aplikasi Gojek dan perlindungan asuransi perjalanan dengan Jasa Raharja.

Dalam pelaksanaannya, Gojek dan KPPA memberdayakan perempuan dengan teknologi melalui program Gojek Wirausaha yang diluncurkan pada 2018 lalu dan telah melatih 15.000 ribu pelaku UMKM di lebih dari 30 kota di Indonesia, termasuk di dalamnya mitra industri rumahan KPPPA.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan membangun bisnis serta pemanfaatan teknologi agar para pelaku UMKM termasuk yang dimiliki perempuan mampu 'naik kelas' dengan masuk ke dunia digital. Sementara itu dari sisi perusahaan Shinto mengatakan Gojek juga percaya dengan kemampuan perempuan dalam memimpin.

"Sebagai perusahaan teknologi, kami memiliki persentase pegawai perempuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan teknologi lain di dunia. Berdasarkan data internal Gojek per Oktober 2019, 35% karyawan di posisi pimpinan (tingkat manajer hingga direktur) di Gojek adalah perempuan. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan Facebook dengan komposisi 28 persen, Google 29% dan Apple 25% pada tahun 2018," kata Shinto.

Menurut hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), keberadaan layanan GoLife di ekosistem Gojek meningkatkan partisipasi perempuan di ekonomi digital.

Riset tersebut menyatakan lebih dari 70% mitra GoLife merupakan perempuan, dan lebih dari 50% di antaranya adalah penghasil utama di keluarga.

Berdasarkan hasil riset tersebut, mitra perempuan juga menggunakan penghasilan dari GoLife untuk mendukung kebutuhan keluarga dengan alokasi untuk biaya pendidikan anak (76%), peningkatan gizi anak (48%), membayar hutang (32%), dan tabungan untuk modal usaha (32%).

"Melalui kerja sama ini, kami mendukung upaya pemerintah untuk menciptakan ekosistem yang ramah bagi perempuan dan anak. Harapan kami, perempuan dan anak bisa lebih nyaman dan aman dalam berkegiatan di ruang publik dengan memanfaatkan ekosistem Gojek," tutup Shinto.



Simak juga video "Bos Baru Gojek Buka Suara Pasca Mundurnya Nadiem Makarim" :

[Gambas:Video 20detik]

(mul/ega)