detikNews
2019/10/22 14:24:44 WIB

Penyebab Cuaca Panas dalam Beberapa Hari Terakhir: Gerak Semu Matahari

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Halaman 1 dari 2
Penyebab Cuaca Panas dalam Beberapa Hari Terakhir: Gerak Semu Matahari Ilustrasi Jakarta, ilustrasi cuaca panas (Foto: Indah Mutiara Kami/detikcom)
Jakarta - Suhu panas dan terik dirasakan di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Suhu panas itu disebabkan posisi matahari ditambah minimnya awan yang menghalangi sinar matahari.

"Hal ini erat kaitannya dengan gerak semu Matahari. Seperti yang kita ketahui pada bulan September, Matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan Bumi selatan hingga bulan Desember. Sehingga pada bulan Oktober ini, posisi semu matahari akan berada di sekitar wilayah Indonesia bagian Selatan (Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara)," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R. Prabowo, dalam keterangannya, Selasa (21/10/2019).



Mulyono mengatakan kondisi itu membuat sinar matahari yang diterima permukaan bumi menjadi meningkat. Faktor lain yang membuat suhu udara terasa panas yaitu kondisi atmosfer yang relatif kering di atas wilayah Indonesia.

"Kondisi ini menyebabkan radiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi di wilayah tersebut relatif menjadi lebih banyak, sehingga akan meningkatkan suhu udara pada siang hari. Selain itu pantauan dalam dua hari terakhir, atmosfer di wilayah Indonesia bagian selatan relatif kering sehingga sangat menghambat pertumbuhan awan yang bisa berfungsi menghalangi panas terik matahari," paparnya.

Dia menyebut kondisi ini merupakan siklus yang berulang setiap tahun. BMKG memprediksi cuaca terik di wilayah Indonesia akan berlangsung selama sepekan ke depan.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com