Polisi Ungkap Kartu IDI Milik Dokter Insani Tersangka Kasus Ninoy

Polisi Ungkap Kartu IDI Milik Dokter Insani Tersangka Kasus Ninoy

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Selasa, 22 Okt 2019 14:17 WIB
Konferensi Pers kasus dugaan penganiayaan Ninoy Karundeng. (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Konferensi Pers kasus dugaan penganiayaan Ninoy Karundeng. (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Salah satu tersangka kasus penganiayaan Ninoy Karundeng, Insani Zulfah Hayati terdaftar dalam anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Polisi menyebut kartu anggota dr Insani masih aktif hingga 2020.

"Yang bersangkutan juga punya kartu anggota Ikatan Dokter Indonesia dan masih berlaku sampai 5 Mei 2020," kata Wadir Krimum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti Haryadi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Dedy mengatakan dr Insani memang terdaftar resmi sebagai dokter. Namun Insani tidak memberikan pertolongan apa-apa kepada Ninoy saat insiden penganiayaan itu berlangsung.

"Dia ada di TKP dan tidak menyelamatkan atau mengobati korban," kata Dedy.


Polisi sudah berkoordinasi dengan IDI terkait status tersangka dr Insani. Untuk penerapan pasal sendiri, Dedy menyebut polisi mengenakan pasal sesuai dengan laporan polisi yang dibuat oleh Ninoy.

"Karena ini tindak pidana umum dan sejak awal basic dasar hukum kami penyidikan di LP tanggal 1 Oktober sehingga Pasal yang diterapkan para tersangka itu pasal pidana umum, Pasal 55, 56 juncto 1, Pasal 333 KUHP, 450 KUHP, 335 KUHP, dan Pasal 48 juncto 32 yang ancamannya 12 tahun," jelas Dedy.


Diketahui, Ninoy Karundeng diculik sekelompok orang saat berada di tengah aksi di Pejompongan, Jakarta Pusat. Ninoy mengalami penganiayaan di sebuah masjid di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat.

Dalam kasus ini, polisi sudah menetapkan 15 tersangka dalam kasus tersebut. Ke-15 tersangka itu adalah AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, R, F, Bernard Abdul Jabbar yang juga Sekjen PA 212, Jerri, dan Dokter Insani. (sam/fdn)