Disebut Tidak Masuk Kabinet, Demokrat Pasrah - Halaman 2

Disebut Tidak Masuk Kabinet, Demokrat Pasrah

Deden Gunawan, Ibad Durohman - detikNews
Selasa, 22 Okt 2019 10:11 WIB
Foto ilustrasi: SBY dan Jokowi (Setpres)
Foto ilustrasi: SBY dan Jokowi (Setpres)

Dalam pertemuan yang diselingi makan malam itu, Jokowi didampingi mantan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. "Harapan kami sebenarnya menteri itu harus punya loyalitas, profesionalitas, dan sudah berkeringat bersama sosialisasikan visi misi pak Jokowi dalam Pilpres lalu. Tapi semuanya kembali lagi pada presiden," ujar Joko.

Seperti diketahui, selain bertemu dengan Prabowo Subianto, Jokowi juga disambangi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, 10 Oktober 2019. Sehari setelah pertemuan, Jokowi mengakui formasi kabinet yang selesai disusun bisa berubah dengan pertemuan tersebut. "Iya (karena telah berbicang dengan SBY)," kata Jokowi.



Politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik yang dikonfirmasi detikcom, mengatakan, urusan koalisi atau kabinet merupakan hak prerogratif Jokowi. Jadi Demokrat tidak ingin mencampuri keputusan presiden. Partai ini memasrahkan keputusan ke Jokowi.

"Kami menyerahkan semuanya kepada Pak Jokowi. Jadi sekali lagi masuk ataupun tidak masuk kabinet itu semuanya keputusan Jokowi karena toh kami tidak pernah melobi," kata Rachland.



Namun menurut Rachland, di mana pun posisi Demokrat baik di dalam atau di luar pemerintahan, Demokrat tetap akan mendukung Jokowi sebagai presiden pilihan rakyat tanpa syarat. "Kalau misalnya kami di dalam artinya kami bagian koalisi. Kalau kami di luar kan berarti tugas adalah menjalankan fungsi-fungsi kontrol terhadap pemerintah," katanya.

Disebut Tidak Masuk Kabinet, Demokrat PasrahFoto: Wasekjen PD Rachland Nashidik. (Farih-detikcom)

Selanjutnya
Halaman
1 2 3