Gabungnya Prabowo ke Pemerintah Dinilai Buat Parpol Koalisi 'Garuk Kepala'

Gabungnya Prabowo ke Pemerintah Dinilai Buat Parpol Koalisi 'Garuk Kepala'

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 22 Okt 2019 09:26 WIB
Foto: Pertemuan Jokowi dan Prabowo di Istana (Biro Pers Setpres)
Foto: Pertemuan Jokowi dan Prabowo di Istana (Biro Pers Setpres)
Jakarta - Masuknya nama Prabowo Subianto di bursa menteri kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin mengagetkan sejumlah pihak. Pengamat politik Median, Rico Marbun, menilai masuknya Prabowo di pemerintahan membuat partai koalisi Jokow-Ma'ruf garuk-garuk kepala.

"Tentu ini jadi sangat lucu, buat partai pendukung Pak Jokowi sebelumnya, yang garuk-garuk kepala ya PDIP, NasDem, Golkar, dan PKB, itu garuk-garuk kepala tuh, kalau sampai tokoh seperti Pak Prabowo bisa dilihat masuk ke dalam kabinet, yang dulu berantemnya nggak kurang-kurang," kata Rico saat dihubungi, Senin (21/10/2019) malam.



Namun, Rico memandang dengan Jokowi meminta kesediaan Prabowo sebagai menterinya itu suatu keputusan yang menggambarkan kepemimpinan Jokowi yang tegas dan tak bisa diintervensi siapapun. Ia juga menyebut ada suasana ketidaknyamanan di partai koalisi pasca Parabowo masuk.

"Tentu partai koalisi ada ketidaknyamanan (penunjukan prabowo), apalagi mereka sudah berkeringat-keringat, sudah berdarah-darah dan saling menyerang itu kuat sekali, kemudian terpaksa sekarang harus duduk bareng," katanya.



Selain itu, sosok Prabowo juga dipertanyakan Rico apakah sosok Prabowo ini kebal akan reshuffle atau tidak. Mengingat Jokowi sering melakukan pergantian di struktur kabinet kerjanya.

"Yang jadi pernyataan, ini tentunya apakah sosok Prabowo ini di dalam kabinet itu termasuk sosok yang kebal dari reshuffle atau tidak, karena kan Pak Jokowi pernah lakukan itu di kabinet pertama, nah itu gimana kalau misalnya di pertengahan tak cocok dan kemudian di reshuffle kan itu jadi pertanyaan itu," katanya.



Terlepas dari hal itu, Rico juga mengatakan secara keseluruhan Prabowo juga dinilai memiliki kemampuan yang bagus di bidang pertahanan. Ia berharap agar pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Kalau saya melihat dari kualifikasi, rasanya pilihan ini tidak salah, artinya secara profesional Pak Prabowo punya kapasitas yang cukup untuk jadi menteri pertahanan atau ditunjuk di bidang keamanan itu," ucapnya.



Sementarta itu, pengamat politik dari CSIS, Arya Fernandes mengatakan bergabungnya Prabowo di pemerintahan Jokowi itu sebagai bentuk perjuangan agar Partai Gerindra terus eksis. Ia juga menyebut di 2024 ada peluang bagi Prabowo jika ingin maju lagi sebagai capres.

"Saya kira motifnya survival politik, maksudnya gini, di 2024 mungkin Prabowo mikir kalau ada celah bagi dia untuk bisa mencalonkan diri lagi, dengan mengambil posisi strategis di kabinet, sehingga memungkinkan dia punya celah mencalonkan diri lagi," ucap Arya saat dihubungi.


(zap/aan)